LombokPost - Rapat Paripurna DPRD Lombok Tengah yang digelar, Rabu (14/10) berlangsung istimewa. Agenda penyampaian Penjelasan Kepala Daerah terhadap Nota Keuangan dan Ranperda APBD TA 2027 ini bertepatan langsung dengan Peringatan Hari Jadi Lombok Tengah ke-81.
Sidang paripurna tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Lombok Tengah Lalu Ramdan serta dihadiri oleh Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.
Ketua DPRD Lombok Tengah Lalu Ramdan menegaskan, peringatan HUT ke-81 bukan sekadar seremonial, melainkan ajang refleksi dan evaluasi perjalanan pembangunan daerah.
Hari Jadi ke-81 ini menjadi kesempatan emas untuk memperkuat tekad melanjutkan pembangunan yang lebih baik, merata, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat demi mewujudkan semangat "Kerja Nyata Wujudkan Masmirah".
Baca Juga: Perempuan Berdaya dan Berkarya untuk Lombok Tengah Masmirah Menuju Indonesia Emas 2045
Selain mengapresiasi berbagai capaian daerah, Lalu Ramdan juga menyoroti tiga isu strategis utama. Pertama, ia menyampaikan keprihatinan serta simpati mendalam atas musibah kebakaran di Rumah Adat Sade dan mendorong proses pemulihan dengan tetap menjaga keaslian nilai sejarah serta kearifan lokal Sasak.
Kedua, ia menekankan pentingnya keberlanjutan multiplier effect dari ajang MotoGP Mandalika 2026 agar dampak ekonominya benar-benar dirasakan langsung oleh pelaku UMKM, sektor perhotelan, transportasi, hingga penyerapan tenaga kerja lokal.
Ketiga, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menjaga kondusivitas, keamanan, dan persatuan dalam menyambut Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 29 Oktober 2026.
Baca Juga: Semangat Masmirah untuk Kesejahteraan Masyarakat Lombok Tengah
Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri memaparkan Rancangan APBD TA 2027 yang mengusung tema "Penguatan Transformasi Masmirah".
Bupati menegaskan, APBD bukan sekadar dokumen administrasi atau deretan angka, melainkan motor penggerak perubahan dan jembatan yang menghubungkan harapan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
Baginya, pembangunan pada hakikatnya adalah upaya nyata untuk menghadirkan harapan, meningkatkan kualitas hidup, serta memperluas kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok desa. Untuk mewujudkan arah pembangunan tersebut, Pemkab Lombok Tengah menetapkan lima prioritas utama pada tahun 2027.
Prioritas tersebut mencakup peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, reformasi birokrasi dan peningkatan tata kelola pemerintahan, pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan, pemerataan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, serta penguatan modal sosial, budaya, dan harmoni masyarakat.
Dari sisi postur anggaran, Rancangan APBD Lombok Tengah TA 2027 dirancang secara sehat dan berada dalam posisi berimbang. Pendapatan daerah direncanakan mencapai Rp 2,531 triliun melalui optimalisasi PAD, pendapatan transfer, dan pemanfaatan teknologi informasi.
Baca Juga: Festival LASQI di Lombok Tengah Gerakkan Ekonomi Warga
Sementara itu, belanja daerah dialokasikan sebesar Rp 2,530 triliun dengan menerapkan prinsip money follow program guna memastikan manfaat anggaran yang optimal bagi masyarakat.
Adapun penerimaan pembiayaan daerah dialokasikan sebesar Rp 30,88 miliar dari estimasi SILPA, sedangkan pengeluaran pembiayaan direncanakan sebesar Rp 31,18 miliar untuk pemenuhan kewajiban cicilan pokok pinjaman daerah pada PT SMI.
Kebijakan belanja daerah tahun 2027 diprioritaskan pada berbagai sektor pelayanan dasar dan program pro-rakyat. Di bidang kesehatan dan sosial, Pemkab berkomitmen mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) JKN serta memberikan dukungan kepersertaan BPJS Ketenagakarjaan bagi Anggota BKD, Kader Posyandu, Pengurus Rumah Ibadah, dan Ketua RT.
Di bidang pendidikan, alokasi dianggarkan sekurang-kurangnya 20 persen dari total belanja daerah untuk pemenuhan sarana-prasarana dan kualitas layanan dasar. Selain itu, sektor pertanian, perikanan, dan UMKM terus diperkuat melalui peningkatan produktivitas, pembenahan jalur distribusi pangan, dan hilirisasi produk lokal untuk memberi nilai tambah ekonomi.
Anggaran daerah juga disinergikan guna mendukung agenda prioritas nasional seperti penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, pengendalian inflasi, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga Program 3 Juta Rumah.
Bupati Pathul menegaskan komitmennya agar hasil-hasil pembangunan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pedesaan. Ia mengajak seluruh komponen daerah untuk merawat kebersamaan dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus bekerja dengan hati, mendengar dengan empati, serta melayani masyarakat Gumi Tatas Tuhu Trasna dengan segenap dedikasi.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post