LombokPost - Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 di Lombok Tengah kembali menyita perhatian publik global.
Namun, jajaran DPRD Loteng kembali mengingatkan agar tolok ukur keberhasilan ajang internasional ini tidak sekadar dilihat dari ramainya pengunjung atau kelancaran acara.
Ketua DPRD Loteng Lalu Ramdan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan gelaran tersebut.
Menurutnya, ajang ini membuktikan bahwa Loteng memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.
Namun, ia menegaskan bahwa dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat lokal harus menjadi prioritas utama.
Keberhasilan penyelenggaraan MotoGP tidak boleh hanya diukur dari lancarnya pelaksanaan kegiatan dan besarnya jumlah kunjungan wisatawan.
“Lebih dari itu, kita harus memastikan bahwa kegiatan berskala internasional ini memberikan dampak ekonomi yang nyata, berkelanjutan, dan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” tegas Lalu Ramdan saat siding paripurna, Rabu (14/10).
Baca Juga: MotoGP Pacu Investasi Mandalika, Hotel Bintang Lima Segera Dibangun
Ia berharap agar ajang MotoGP Mandalika dapat terus dipertahankan dan dilaksanakan secara berkesinambungan di tahun-tahun mendatang.
Untuk mencapai hal tersebut, sinergi dan koordinasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pengelola kawasan, serta seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat.
Lalu Ramdan juga menyoroti pentingnya optimalisasi berbagai peluang ekonomi yang muncul. Mulai dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), perluasan lapangan kerja, hingga peningkatan okupansi hotel dan penginapan.
Sektor pendukung seperti transportasi, kuliner, dan industri kreatif juga diharapkan terdorong secara signifikan.
Baca Juga: Wow Banget, MotoGP Mandalika Putar Ekonomi Rp 5 Triliun
“Manfaat MotoGP tidak boleh hanya dirasakan saat perlombaan berlangsung, tetapi harus mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat sepanjang tahun,” lanjut politisi Gerindra ini.
Lebih jauh, Ramdan mengingatkan pentingnya pembenahan berkelanjutan. Penataan infrastruktur, kebersihan lingkungan, peningkatan kualitas pelayanan, keamanan, serta kenyamanan wisatawan harus terus dijaga.
“Kita ingin Mandalika tidak hanya dikenal karena penyelenggaraan MotoGP, tetapi juga karena keindahan alam, kekayaan budaya, keramahan masyarakat, serta kualitas pelayanan pariwisatanya,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Loteng Ahmad Syamsul Hadi, menilai masih banyak hal yang perlu dievaluasi dan dibenahi secara serius oleh para pemangku kepentingan agar ajang tahunan ini tidak terus-menerus memunculkan nada sumbang.
Salah satu hal yang disinggung adalah persoalan ketersediaan dan pengelolaan tribun penonton. Menurut dia, klaim jumlah penonton yang mencapai puluhan ribu mestinya berbanding lurus dengan kondisi di lapangan.
Baca Juga: Tembus Rp4,2 Miliar! UMK Binaan Pertamina Raup Cuan di MotoGP Mandalika 2026
“Kalau klaim capaian penonton tinggi, mestinya tribun tidak kelihatan kosong. Apakah karena masalah teknis, cuaca panas, atau ada hal lain, ini harus transparan. Jangan sampai angka yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta di tribun,” tegasnya.
Tak hanya itu, persoalan akomodasi juga menjadi catatan krusial yang kerap dikeluhkan penonton dan wisatawan. Ia menyinggung masih maraknya laporan mengenai akomodasi bermasalah hingga kasus 'hotel bodong' yang merugikan pengunjung yang sudah membayar.
“Soal akomodasi ini harus dipikirkan betul. Jangan ada lagi cerita orang sudah bayar tapi tidak dapat tempat. Pemkab Lombok Tengah dari dulu sudah kita minta untuk duduk bersama dengan ITDC, MGPA, serta seluruh stakeholder di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,” ujarnya.
Baca Juga: Geliat Kriya Buatan Tangan di Tengah Kemegahan Mandalika, Pinalo Tembus Pasar Hong Kong
Menurutnya, kawasan KEK Mandalika tidak hanya mencakup sirkuit semata, melainkan kawasan luas yang menyangkut desa-desa penyangga di sekitarnya.
Sinergi yang kuat antarinstansi dinilai penting agar suara-suara negatif terhadap gelaran MotoGP bisa ditekan semaksimal mungkin.
Meski memberikan catatan kritis, dia menegaskan bahwa pihaknya tetap mendukung keberlanjutan ajang MotoGP Mandalika.
Menurutnya, ajang ini merupakan investasi skala besar yang sangat bagus untuk daerah jika dikelola dengan professional.
Baca Juga: Jatuh Bangun Mario Aji dan Veda Pratama Menuju Panggung Dunia, Selalu Berlari Tiap Pulang Sekolah
MotoGP adalah olahraga mahal dengan aturan yang ketat. Penonton tidak bisa berfikir seperti menonton acara biasa yang begitu turun kendaraan langsung duduk di tribun, ada akses dan perjalanan yang harus dilalui.
“Karena itu, kesiapan sistem transportasi dan traffic management harus benar-benar matang agar penonton merasa nyaman,” pungkasnya.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post