LombokPost — Kabar duka menyelimuti bumi Nusa Tenggara Barat. Ulama sepuh kharismatik sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu, TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin atau yang akrab disapa Tuan Guru Bagu, mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Provinsi NTB, Kamis (15/10) pukul 13.37 WITA.
Kepergian ulama besar yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk dakwah dan pendidikan Islam ini meninggalkan duka mendalam bagi seluruh masyarakat NTB, khususnya warga Nahdliyin dan para santri di pelosok daerah.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal hadir langsung mendampingi detik-detik terakhir perjalanan Tuan Guru Bagu di RSUD Provinsi NTB bersama Direktur RSUD Provinsi NTB. Gubernur menyaksikan sendiri momen perpisahan yang tenang dari sosok yang dihormati sebagai panutan dan guru umat tersebut.
Baca Juga: Duduk di Tribun Biasa, Jokowi hingga Kaesang Nonton MotoGP Mandalika, Puji Sirkuit Semakin Bagus
Sehari sebelumnya, Rabu (14/10), Miq Iqbal sapaan akrab gubernur, juga sempat menjenguk almarhum di ruang perawatan intensif dan mengajak masyarakat NTB untuk bersama-sama melangitkan doa demi kesembuhan sang ulama sepuh.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi NTB, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin," kata Miq Iqbal dengan raut duka mendalam.
Baca Juga: HUT Ke-81 Loteng dan Ranperda APBD 2027, Momentum Refleksi dan Penguatan Transformasi Masmirah
"Kita kehilangan salah satu ulama besar yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan Islam, dakwah, dan pembinaan umat di NTB," sambungnya.
Sepanjang hayatnya, Tuan Guru Bagu tidak hanya dikenal sebagai pengasuh di Ponpes Qomarul Huda Bagu, Lombok Tengah, tetapi juga memegang peran sentral dalam kelembagaan Islam tingkat nasional maupun daerah.
Almarhum tercatat mengemban amanah sebagai Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB.
Dedikasi almarhum dalam membimbing umat, mengajarkan ilmu agama, serta memberikan nasihat yang menyejukkan telah menjadikannya pilar penting dalam sejarah perjalanan kehidupan keagamaan di Bumi Gora.
Gubernur Iqbal pun mengajak seluruh lapisan masyarakat NTB untuk memanjatkan doa terbaik bagi almarhum dan memberikan dukungan moral serta ketabahan bagi keluarga besar yang ditinggalkan.
"Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga besar yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan. Al-Fatihah," tutur Miq Iqbal.
Meski sang guru umat kini telah berpulang, warisan keilmuan, keteladanan, dan nilai-nilai keislaman yang ditanamkan Tuan Guru Bagu akan terus hidup dan mewarnai generasi penerus di NTB.
Editor : Kimda Farida
Sumber : Liputan