Dampak Ekonomi MotoGP Diklaim Tembus Rp 5,2 Triliun

Lestari Dewi • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 07:24 WIB
DAMPAK EKONOMI: Deretan stan UMKM hasil kerajinan ekonomi kreatif NTB hadir pada ajang MotoGP Mandalika 2026, pekan lalu.
DAMPAK EKONOMI: Deretan stan UMKM hasil kerajinan ekonomi kreatif NTB hadir pada ajang MotoGP Mandalika 2026, pekan lalu.

 

LombokPost - MotoGP Mandalika 2026 mencatatkan sejumlah capaian positif. Dari naiknya jumlah kehadiran penonton dibanding penyelenggaraan tahun lalu, hingga dampak ekonomi yang diklaim mencapai Rp 5,2 triliun.

Data yang dirilis Indonesian Tourism Development Corporation (ITDC) menyebutkan 157.875 pengunjung memadati kawasan The Mandalika selama tiga hari penyelenggaraan pada 9—11 Oktober. Angka ini melonjak 12,5 persen dibandingkan capaian tahun 2025 yang mencatat 140.324 penonton.

Sejalan dengan melonjaknya jumlah pengunjung, dampak ekonomi yang dihasilkan turut terkerek naik sekitar 4,8 persen, dari Rp 4,96 triliun pada tahun lalu menjadi Rp 5,2 triliun pada gelaran tahun ini.

Plt Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengungkapkan, perputaran uang tidak hanya terjadi pada hari H balapan. Gelombang wisatawan domestik maupun mancanegara sudah mulai memadati Pulau Lombok sejak sepekan menjelang event.

“Aktivitas masif inilah yang memperluas manfaat ekonomi hingga menyentuh angka Rp 5,2 triliun,” klaim Ahmad Fajar, Kamis (15/10).

Baca Juga: Dewan Lombok Tengah Soroti Dampak Ekonomi MotoGP

Berdasarkan kajian dampak ekonomi yang dilakukan Lembaga Teknik dan Manajemen Industri (LETMI) Institut Teknologi Bandung (ITB), rata-rata pengeluaran penonton tahun ini mencapai Rp 8,56 juta per orang.

Angka itu dihitung menggunakan pendekatan tertimbang antara wisatawan nusantara dan mancanegara sejak sepekan sebelum hingga selama event berlangsung.

“Total pengeluaran langsung pengunjung diperkirakan mencapai Rp 1,35 triliun, yang terserap langsung ke sektor akomodasi, UMKM kuliner, transportasi lokal, hingga tempat hiburan dan destinasi wisata di sekitar Lombok,” beber Fajar.

Fajar menambahkan, untuk menjaga transparansi dan validitas riset, ITDC juga menantikan publikasi data independen dari Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai bahan kontrol dan pembanding komprehensif.

Chairman MotoGP Mandalika 2026 Troy Warokka menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan semua pihak yang telah menyukseskan gelaran tahun ini. Ia menegaskan, angka 157.875 pengunjung merupakan data sahih yang dikonfirmasi dan dirilis langsung oleh Dorna Sports berdasarkan pemindaian elektronik di setiap pintu masuk.

Penghitungan menggunakan data terperinci dari gate scan, mencakup agenda balapan utama hingga side event di sore dan malam hari yang masuk dalam kriteria pencatatan Dorna. “Kami sangat meyakini keakuratan angka ini,” jelas Troy.

Baca Juga: Ulama Sepuh NTB Berpulang, TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin Tutup Usia

Tidak sekadar mengejar rekor angka, kualitas penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 juga mendapat banyak pujian. Penataan area paddock, kawasan stan UMKM, hingga akses penonton dinilai jauh lebih rapi dan tertib dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kehadiran stan kuliner khas Lombok di sekitar paddock dan grandstand menjadi nilai tambah tersendiri. Wisatawan asing tidak hanya disuguhi adu kecepatan para pebalap dunia, tetapi juga diperkenalkan langsung dengan kekayaan cita rasa kuliner khas NTB. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan Berita Lombok Post
dampak ekonomi jumlah penonton Italia Israel MotoGP Mandalika ITDC Sirkuit Internasional Mandalika