LombokPost - Wacana pembangunan kompleks rumah ibadah di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus berproses dan dimatangkan pemerintah daerah bersama pihak-pihak terkait.
Direktur Operasional InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Reza Warokka menyatakan, pihaknya masih berada dalam tahap pengkajian dan menunggu hasil diskusi lanjutan.
“Semua dalam proses kajian, dan kita sifatnya menunggu kira-kira dari hasil kajian dan diskusi seperti apa. Jadi masih semua dalam proses,” ujar Troy pada Lombok Post, Minggu (18/10).
Baca Juga: PAM Giri Menang Lanjutkan Program Pembebasan Tagihan Air Rumah Ibadah
Troy menilai, gagasan ini merupakan langkah positif yang sudah pernah diterapkan dengan sukses di beberapa provinsi lain di Indonesia dalam merawat kerukunan dan persatuan.
“Kalau kita bicaranya kerukunan, persatuan di Indonesia itu sangat mungkin sekali. Kalau kita bicaranya NTB mendunia, ya ini salah satu yang menurut saya jembatannya,” ungkap Troy.
Ia menambahkan, kehadiran kompleks rumah ibadah ini nantinya akan menjadi pesan kuat bagi dunia internasional bahwa NTB merupakan daerah yang terbuka, guyub, serta menjunjung tinggi semangat persatuan.
Namun, berbagai aspek teknis seperti penentuan lokasi dan skema pembangunan masih terus dibahas secara matang melalui diskusi bersama para pemangku kepentingan.
Baca Juga: Mandalika Kian Dilirik, MotoGP Sukses Pacu Gelombang Investasi Baru
“Kalau lokasi kan kita juga masih diskusi, idenya ya saya rasa positif. Kita lihat diskusi dengan para pihak seperti apa, kalau ini mengikuti prosesnya bagus, ya saya rasa kita bergotong royong,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengatakan, rencana strategis ini digulirkan guna merespons kebutuhan para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang berkunjung ke Lombok.
Tempat ibadah yang disiapkan meliputi sarana peribadatan untuk umat Hindu, Buddha, Protestan, Katolik, hingga Khonghucu.
“Pembangunan tempat ibadah lintas agama ini untuk memenuhi kebutuhan fasilitas ibadah para wisatawan yang berkunjung ke Lombok,” ujar Pathul.
Editor : Kimda FaridaSumber : Liputan Berita Lombok Post