LombokPost--Warga Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, kini mendapat kemudahan untuk mengetahui risiko penyakit jantung dan stroke sejak dini melalui aplikasi KALDU PKV (Kalkulator dan Edukasi Penyakit Kardiovaskular).
Aplikasi yang dikembangkan dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Mataram tersebut diperkenalkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan lebih dari 100 warga Desa Bonjeruk.
Jumlah peserta yang cukup banyak membuat kegiatan tidak dapat dilaksanakan di kantor desa.
Pertemuan akhirnya dipindahkan ke halaman rumah warga agar seluruh peserta dapat mengikuti penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan tim pengabdi Poltekkes Kemenkes Mataram yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Jurusan Teknologi Laboratorium Medis.
Ketua tim pengabdi Lale Budi Kusuma Dewi bersama anggota Ida Bagus Rai Wiadnya, Siti Zaetun, dan Lalu Srigede.
Lale mengatakan, KALDU PKV dibuat untuk membantu masyarakat mengenali faktor risiko penyakit jantung dan stroke sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
“Penyakit jantung sering datang tanpa gejala, sehingga KALDU PKV kami hadirkan agar masyarakat bisa mengenali risikonya lebih awal dengan cara yang mudah,” kata Lale.
Baca Juga: Aksi Bersih Pantai Kuranji, Mahasiswa PPG Ummat Temukan Limbah Popok Bayi
KALDU PKV dapat digunakan secara gratis dan diunduh melalui Play Store.
Pengguna cukup memasukkan sejumlah data, seperti usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, tekanan darah, riwayat diabetes, serta kadar kolesterol atau berat dan tinggi badan.
Data tersebut kemudian diolah untuk memberikan gambaran risiko penyakit jantung dan stroke dalam 10 tahun mendatang.
Hasil perhitungan ditampilkan menggunakan indikator warna sehingga lebih mudah dipahami masyarakat.
Sistem perhitungannya mengacu pada carta risiko penyakit kardiovaskular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk wilayah Asia Tenggara.
Tidak hanya memberikan hasil perhitungan, aplikasi tersebut juga dilengkapi berbagai materi edukasi kesehatan.
Di antaranya artikel mengenai penyakit jantung dan pembuluh darah, menu diet 10 hari, rekomendasi olahraga, serta catatan harian untuk memantau pola makan, aktivitas fisik dan jadwal konsumsi obat.
KALDU PKV juga dapat dimanfaatkan kader dan petugas kesehatan untuk menyimpan serta memantau data sejumlah warga.
Pengenalan aplikasi diawali dengan pelatihan kader Posyandu Keluarga di Desa Bonjeruk.
Para kader mendapatkan pelatihan pemeriksaan kolesterol menggunakan alat cek cepat dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital.
Baca Juga: Sebut Belum Ada Sosialisasi, Warga Ganti Minta Kejelasan Bypass Lembar-Kayangan
Pelatihan dilakukan dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mataram bersama perawat Puskesmas Bonjeruk.
Setelah mendapatkan pelatihan, kader kemudian melakukan skrining kesehatan di Posyandu Keluarga.
Hasil pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol warga dimasukkan ke dalam aplikasi KALDU PKV untuk mengetahui tingkat risiko penyakit kardiovaskular.
Kegiatan juga diisi penyuluhan mengenai penyakit jantung dan stroke. Materi disampaikan Dr dr Yusra Pintaningrum, Sp.JP, FIHA, FAPSC, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RSUD Provinsi NTB, serta Dr Wahyu Sulistya Affarah, MD, MPH, fasilitator pelatihan Pelayanan Terpadu Penyakit Tidak Menular.
Keduanya mengingatkan warga pentingnya menjaga pola makan, rutin melakukan aktivitas fisik, berhenti merokok, serta memeriksa tekanan darah dan kadar kolesterol secara berkala.
Setelah penyuluhan, warga mendapat pendampingan untuk mencoba aplikasi KALDU PKV. Mereka juga memperoleh pemeriksaan tekanan darah dan kolesterol secara gratis.
Hasil pemeriksaan kemudian langsung dimasukkan ke aplikasi sehingga warga dapat mengetahui gambaran risiko kesehatan masing-masing.
Agar program tidak berhenti setelah kegiatan pengabdian selesai, tim Poltekkes Kemenkes Mataram menghibahkan alat pemeriksaan kolesterol dan tensimeter digital kepada setiap Posyandu Keluarga di Desa Bonjeruk.
Dengan dukungan tersebut, kader dapat melakukan pemeriksaan secara berkala.
Baca Juga: Berkunjung ke Agro Wisata Anggur Desa Surabaya
Warga yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut akan ditindaklanjuti melalui Puskesmas Bonjeruk.
Kepala Desa Bonjeruk Lalu Audia Rahman menyambut baik kegiatan tersebut.
Menurutnya, keterlibatan kader dan masyarakat menjadi modal penting untuk memperkuat upaya deteksi dini penyakit tidak menular di tingkat desa.
Lale mengatakan, penggunaan aplikasi juga dapat dilakukan bersama anggota keluarga, terutama bagi warga lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan ponsel pintar.
“Cukup satu ponsel di rumah dan anak atau cucu dapat membantu orang tua mengecek risiko jantung sekaligus mengikuti panduan pola makan dan olahraga,” ujarnya.
Penggunaan KALDU PKV dinilai sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat pencegahan penyakit tidak menular, khususnya penyakit jantung dan stroke.
Faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas, kolesterol tinggi dan kebiasaan merokok dapat dikenali melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Karena itu, keberadaan kader Posyandu Keluarga diharapkan menjadi ujung tombak dalam melakukan skrining sekaligus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat.
Baca Juga: PRIME PARK Hotel & Convention Lombok Rayakan HUT ke-5, Terus Berkembang dan Berinovasi
Tim pengabdi Poltekkes Kemenkes Mataram berharap KALDU PKV dapat digunakan lebih luas oleh masyarakat NTB.
“Masyarakat dapat mengunduh KALDU PKV secara gratis dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika hasil penghitungan menunjukkan risiko tinggi,” pungkas Lale.
Editor : Kimda FaridaSumber : Lombok Post