LombokPost - Suasana pekat menyelimuti Desa Tanak Awu, Pujut, Lombok Tengah, usai penetapan hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 dibacakan, Kamis (29/10).
Kekecewaan berujung amarah memicu ratusan warga mendatangi Kantor Desa Tanak Awu. Mereka menuding adanya kecurangan sistematis dalam proses penghitungan suara dan menolak mentah-mentah keputusan panitia.
Baca Juga: Pastikan Pilkades Kondusif, Wabup Lombok Tengah Nursiah Pantau TPS
Berdasarkan video yang viral di media sosial, teriakan protes berubah menjadi aksi anarkis. Lemparan batu dan benda tumpul melayang menghancurkan kaca-kaca jendela serta pintu utama bangunan.
Baca Juga: Deklarasi Damai Pilkades 2026, Bupati Loteng Sebut Calon Kades Harus Siap Kalah
Massa yang terprovokasi berhasil menerobos masuk ke dalam area pelataran dan bagian dalam kantor. Fasilitas umum seperti meja, kursi kerja, papan informasi, hingga dokumen-dokumen penting pilkades dirusak dan diacak-acak.
Aparat keamanan yang tiba di lokasi langsung memasang barikade untuk meredam amuk massa dan mengamankan area. Meski situasi berhasil dikendalikan, Kantor Desa Tanak Awu mengalami kerusakan parah pada struktur bangunan dan interiornya.
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan, Facebook