TALIWANG-PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT)setiap tahun menggelar program tanggungjawab sosial. Secara berkala, perusahaan tambang tembaga dan emas ini memberikan bantuan program hingga pendampingan untuk mengembangkan potensi yang ada. Salah satunyapengembanganPantai Jelenga di Kecamatan Jereweh. Pantaiinimemiliki potensi yang cukup besaruntukdikembangkanmenjadiobjekwisata. Bila dikembangkan secara maksimal, melalui penyediaan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, pantai ini bisa saja mengalahkan pantai-pantai indah lainnya di NTB.
Sejauh ini, potensi pantai tersebut belum banyak dilirik, baik oleh pemerintah maupun investor. Pengelolaannya hanya dilakukan seadanya. Beberapa bangunan yang adahanya menjadi penghias semata. Tidak ada aktivitas secara berkelanjutan yang mampu mengeksploitasi keberadaan pantai ini secara lebih maksimal.
Tidak fokusnya pengembangan pariwisata Pantai Jelenga tentu sangat disayangkan. Padahal Pantai Jelenga bisa menjadi salah satu pendukung bagi pengembangan pariwisata ke depannya. Apalagi, sektor pariwisata merupakan salah satu potensi yang mampu menganggangkat ekonomi masyarakat KSB.
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Alam Asri Jelenga sejak lama melihat peluang pengembangan potensi wisata pantai ini. Dengan memanfaatkan lahan milik desa setempat, Pokdarwis Alam Asri menyulap keberadaan pantai ini menjadi salah satu objek wisata yang cukup menjanjikan.
Semangat pengembangan wisata pantai yang dilakukan Pokdarwis ini kemudian mengundang perhatian serius PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Sebagai perusahaan tambang yang beroperasi di KSB, Amman Mineral melihat semangat Pokdarwis ini harus didukung penuh. Apalagi, semangat ini sejalan dengan visi misi perusahaan untuk terus berkontribusi dan memberikan manfaat melalui penciptaan ekonomi yang berkelanjutan baik bagi KSB, NTB maupun Indonesia secara menyeluruh.
Ketua Pokdarwis Alam Asri Jibrata mengakui, upaya pengembangan Pantai Jelenga mendapat dukung dari Amman Mineral melalui program pemberdayaan masyarakat (PPM) yang dijalankan selama ini. ‘’Selain terus melakukan pendampingan, Amman Mineral juga memberikan bantuan dana untuk pengembangan Jelenga. Terutama bantuan untuk Pokdarwis untuk penataan dan penyediaan tempat menginap untuk para turis,’’ katanya.
Di atas lahan desa seluas 70 are, Amman Mineral kemudian membangun beberapa sarana pendukung. Saat ini sudah ada satu penginapan, restoran dan beberapa fasilitas lainnya. Jibrata mengakui, bantuan dan jalinan kemitraan yang dibangun dengan perusahaan sudah memberikan dampak ekonomi secara langsung. Saat ini, penginapan maupun fasilitas pendukung tersebut sudah mampu menghasilkan keuntungan. ‘’Untuk saat ini penginapannya baru satu. Tapi itu tidak pernah sepi, saat ini saja sudah disewa oleh turis dari Maroko. Sebenarnya ada banyak yang ingin bermalam dan menginap di Jelenga. Terutama di tempat yang kami kelola, tapi karena keterbatasan tempat, kadang-kadang permintaan itu kami tolak,’’ akunya.
Jibrata mengaku, selain pendampingan, AMNT juga mengucurkan dana bantuan Rp 280 juta untuk pembangunan dan penyiapan tempat yang kemudian dikelola Pokdarwis. Inilah yang kemudian terus dikembangkan Pokdarwis untuk bisa menghasilkan keuntungan bisnis berkelanjutan. ‘’Selain diberikan bantuan, perusahaan juga melakukan evaluasi terhadap bantuan yang diberikan. Dan sekarang, pendampingan tersebut terus dilakukan,’’ katanya.
Pokdarwis Alam Asri Jelanga juga tahun ini mendapat penghargaan Indonesian Sustainable Tourism Award (ISTA) dari Kementerian Pariwisata. Penghargaan ini diraih karena melihat keseriusan yang dilakukan Pokdarwis Alam Asri untuk mengembangkan potensi wisata. Semangat yang ditunjukan Pokdarwis ini kemudian disambut pemerintah pusat. Rencananya, pemerintah akan memberikan bantuan tujuh unit penginapan. ‘’Dua rencananya akan di tempatkan di pantai Balad. Dan limanya lagi akan ditempatkan di Pantai Jelenga. Kita juga yang kelola. Mudah-mudahan ini bisa segera terwujud, sehingga semangat pengembangan wisata ini bisa berkelanjutan,’’ harapnya.
Pokdarwis Alam Asri sendiri memiliki konsep bagaimana pemanfataan pantai, tata ruang, SDM dan jaringan. Program-program ini bahkan sudah berjalan. ‘’Saat ini konsentrasi ini tata ruang, terutama jalan. Semua warga pemilik lahan sudah siap, tinggal satu saja kendala kita ini, di sebelah utara itu ada investor yang masih belum bersedia memberikan lahannya untuk jalan. Tapi ini kita terus kita komunikasikan,’’ janjinya.
Dirinya berharap, terkait penyediaan jalan ini bisa dibantu oleh pemerintah. Terutama bagaimana menjalin komunikasi dengan investor yang lahannya masuk dalam rencana pembangunan jalan tersebut. ‘’Ini harapan kita, karena penataan pantai ini membutuhkan dukungan semua pihak,’’ tambahnya.
Sementara itu, Senior Manager SR Amman Mineral Syarafuddin Jarotmengatakan, pihaknyaterus berkontribusi memberikan manfaat melalui penciptaan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. ‘’Kita berkomitmen menjalankan program pemberdayaan masyarakat bersama dengan masyarakat dan pemerintah untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,’’ katanya.
Selama tiga tahun keberadaan Amman Mineral, perusahaan telah menjalankan beberapa program pemberdayaan masyarakat, sambil terus melakukan kajian terhadap efektifitas dan kesinambungan program guna memastikan setiap program dapat memberikan manfaat dan menjadi katalisator ekonomi lokal. (far/r4)
Editor : Redaksi Lombok Post