Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PDP Asal KSB yang Meninggal Sempat Berkunjung ke Lombok Timur

Baiq Farida • Senin, 6 April 2020 | 14:15 WIB
DIUSUNG CALON KETUA KONI: Bupati KSB HW. Musyafirin membuka kejuaraan panahan, belum lama ini. (Dok/Lombok Post)
DIUSUNG CALON KETUA KONI: Bupati KSB HW. Musyafirin membuka kejuaraan panahan, belum lama ini. (Dok/Lombok Post)
TALIWANG-Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumbawa Barat mengumumkan satu orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia. Pasien tersebut berinisial IA, warga Lingkungan Tiang Nam, Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang.

Pemakaman pasien dengan status PDP ini dilakukan di pemakaman umum Lingkungan Sebubuk dengan mengacu standar WHO, sekitar pukul 08.00 Wita kemarin (5/4/2020) oleh tim medis. Sanak saudara dan keluarga, termasuk masyarakat umum dilarang mendekat tempat pemakaman.

“Pasien dengan status PDP ini meninggal dunia di RS Manambai Abdulkadir Sumbawa,’’ jelas Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 HW Musyafirin didampingi Ketua Harian Gugus Tugas H Abdul Azis dan Juru Bicara Gugus Tugas H Tuwuh, kemarin.

IA berstatus sebagai siswa salah satu sekolah dasar (SD) di Kota Taliwang. Ia diketahui memiliki riwayat perjalanan ke Lombok Timur yang saat ini ditetapkan sebagai salah satu wilayah terjangkit covid-19 di NTB. berdasarkan keterangan keluarga, pasien sudah mengalami sakit kurang lebih satu bulan dengan keluhan awal sakit gigi dan gusi berdarah serta beberapa kali menjalani pengobatan di Puskesmas Taliwang.

Pada tanggal 20 Maret, pasien dibawa ke  Rumah Sakit Selong, Lombok Timur untuk menjalani perawatan dengan keluhan lemas, gusi berdarah, ruam-ruam di kulit serta kemerahan pada mata. Setelah dua hari dirawat, pada tanggal 31 Maret pasien keluar dari RSU Selong atas permintaan sendiri dan dibawa pulang ke rumah keluarga di Rarang, Lombok Timur.

Tanggal 2 April pasien kemudian dibawa pulang ke Taliwang dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Taliwang dengan keluhan batuk, demam, gusi berdarah, mimisan, lemah dan sulit BAB. “Pasien kemudian dirujuk ke RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,’’ paparnya.

Pria yang juga bupati Sumbawa Barat ini menjelaskan, dengan adanya keluhan demam dan batuk serta riwayat baru pulang dari daerah transmisi lokal, pasien kemudian dikategorikan sebagai PDP. Selanjutnya pada tanggal 3 April pukul 19.10 Wita, pasien di rujuk ke RS Manambai Abdulkadir Sumbawa Besar.

“Saat ini pasien sudah dilakukan swab dan menunggu hasil laboratorium,’’ paparnya lagi.

Pasien dengan status PDP ini kemudian meninggal dunia sekitar pukul 02.00 Wita dini hari kemarin. Seluruh rangkaian penanganan pasien telah dilaksanakan sesuai protokol.

“Saya harap kepada masyarakat untuk tetap tenang, jujur saat pemeriksaan dan disiplin dalam menerapkan physical distancing, hindari keramaian, kurangi aktifitas di luar rumah, selalu cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer serta menerapkan PHBS,’’ ajaknya.

Pasien berstatus PDP ini sendiri diketahui memiliki mobilitas tinggi melakukan perjalanan ke Lombok Timur. Hal ini disebabkan orang tua pasien tersebut berasal dari Lombok Timur. Bupati juga menyesalkan, sikap pihak keluarga yang tidak terbuka saat dilakukan screening di Posko Gugus Tugas Covid-19 di Poto Tano. Pasalnya, saat dilakukan pemeriksaan dan lain sebagainya, pihak keluarga mengaku IA baru datang dari Labuhan Mapin, Kabupaten Sumbawa.

‘’Padahal IA ini datang dari Lombok Timur. Bahkan sempat mendapat perawatan di RS Selong. Namun karena suhu tubuhnya mencapai 38,1 derajat celcius, IA tidak dibawa pulang ke rumah tapi langsung ke Puskesmas Taliwang dan langsung dibawa ke RSUD Asy Syifa,’’ jelasnya lagi.

Gugus Tugas Covid-19 juga sudah melakukan antisipasi lebih lanjut terhadap pasien PDP ini. Semua orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien PDP yang meninggal dunia ini sudah diidentifikasi. ‘’Ada delapan orang yang sudah diidentifikasi dan untuk sementara masih ditangani pihak RSUD Asy Syifa Sumbawa Barat dan hari ini langsung diisolasi di pusat isolasi yang disiapkan pemerintah yaitu rusunawa,’’ tandasnya.

Bupati berharap, terhadap masyarakat tidak panik. Masyarakat diminta tetap beraktifitas seperti biasa hanya saja tetap mengikuti prosedur dan standar protokol yang sudah ditetapkan. Terutama jaga jarak, menggunakan masker, dan tetap cuci tangan menggunakan sabun.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumbawa Barat H Tuwuh mengatakan, dalam penanganan pasien berstatus PDP ini dilakukan sesuai standar dan protokol yang telah ditetapkan. Termasuk terhadap delapan orang keluarga dan orang lain yang pernah kontak langsung dengan pasien sudah dilakukan pemeriksaan.

“Untuk saat ini delapan orang ini kondisinya normal. Tapi karena standar protokolnya demikian, delapan orang ini kita isolasi khusus di rusunawa yang disiapkan pemerintah,’’ jelasnya.

Dirinya juga berharap, terhadap orang-orang yang pernah berkontak langsung dengan pasien PDP ini diharapkan dapat jujur dan melakukan pemeriksaan ke puskesmas. “Yang pasti delapan orang ini sudah mengakui sudah pernah berkontak langsung dengan pasien. Dan gugus tugas juga masih terus melakukan pelecakan kontak pasien yang lain,’’ paparnya.

Untuk lingkungan sekitar tempat tinggal pasien ini sendiri tambahnya sudah dilakukan penyemprotan disinfektan. ‘’Yang jelas apa yang kita lakukan sudah sesuai standar protokol yang ada,’’ tambahnya. (far/r4) Editor : Baiq Farida
#Headline #Covid-19 #Sumbawa Barat #PDP