Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pandemi Korona, Sumbawa Barat Ajukan Diri Terapkan New Normal

Administrator • Jumat, 5 Juni 2020 | 23:56 WIB
SAMBANGI WARGA: Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat berkunjung ke Lingkungan Mapak Indah lokasi banjir rob, kemarin malam (25/12).( IST/LOMBOK POST)
SAMBANGI WARGA: Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat berkunjung ke Lingkungan Mapak Indah lokasi banjir rob, kemarin malam (25/12).( IST/LOMBOK POST)
TALIWANG-Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengajukan diri agar bisa menerapkan new normal. Hingga kemarin, pasien positif korona di KSB masih 13 orang.

Permintaan itu disampaikan Bupati Sumbawa Barat HW. Musyafirin saat menerima kunjungan kerja Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah bersama unsur forkopimda NTB, kemarin (5/6).

‘’Ada usulan dan masukan dari berbagai pihak, ini sulit kami jawab tentang New Normal. Kalau pelaksanaan new normal di KSB sendiri sebenarnya boleh dikatakan di atas new normal dari awal, karena tidak ada yang berubah,’’ katanya.

KSB sendiri belum bisa memberlakukan new normal sebelum ada arahan dari Pemrov NTB. ‘’Untuk syarat, KSB sudah memungkinkan. Saat ini kami sudah uji coba, Jum’at subuh sekitar pukul 4.30 wita kita uji coba di pasar. Total ada tujuh sektor yang kita uji coba, sekolah sedang kita siapkan SOP masing-masing, sektor wisata kita berlakukan jam malam di restoran dan kafe, ini semua masih uji coba. Mudah-mudahan ini bisa,’’ harapnya.

Bupati juga meminta kepada gubernur NTB agar meninjau ulang terkait kebijakan mengantongi hasil rapid tes, bagi anak sekolah dan mahasiswa, keluarga yang mau berobat dan bepergian antar kabupaten/kota dalam wilayah  NTB agar kebijakan tersebut ditiadakan.

‘’Mungkin maksud dari kebijakan ini untuk mengurangi orang bepergian, mungkin ada cara lain. Karena toh juga kebijakan  rapid tes tidak mengindikasikan orang itu akan bebas korona,’’ jelasnya.

Rapid tes, lanjut bupati hanya tes antibody saja. Permintaan ini disampaikan bupati, mengingat banyak sekali mendapat keluhan tentang biaya rapid tes yang harus dikeluarkan bagi warga yang akan melakukan perjalanan ke luar daerah.

‘’Habis dana JPS yang diterima Rp 600 perbulan, hanya untuk biaya rapid tes. Mohon ini dipertimbangkan, kalau tidak bisa menjangkau luar provinsi, minimal dalam wilayah NTB sendiri, bisa ditiadakan untuk rapid tes. Ini untuk mengurangi beban masyarakat, apalagi sebentar lagi kampus-kampus di NTB akan masuk,’’ pintanya.

Sementara, Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menegaskan, new normal ini adalah kehidupan di tengah pandemi korona. Tapi ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Pertama kasus positif Covid-19 menurun dan angka sembuh naik tajam. Kedua, semua kabupaten/kota tersedia sarana kesehatan yang memadai, baik itu menyangkut karantina, laboratorium, tempat isolasi, APD, Rapid dan PCR harus sudah siap jika ada kasus.

‘’Juga harus ada sosialisasi yang massif mulai dari tingkat rumah tangga, dusun, gang-gang tentang new normal. Setiap tempat keramaian, harus ada SOP, termasuk sekolah, kantor-kantor pemerintah. Ini harus ada dan diperkuat, kalau ini bisa dilaksanakan kita berhasil new normal,’’ tandasnya. (far/r8) Editor : Administrator
#Virus Korona #Sumbawa Barat #New Normal