Tes kesehatan ini rangkaian awal sebelum mutasi. Selain tes kesehatan, para pejabat ini juga wajib mengikuti tes bebas narkoba dan tes psikologi. ‘’Kenapa kita laksanakan tes ini dulu, supaya kita tahu apakah pejabat itu siap ditempatkan di tempat baru. Termasuk apakah dia layak menempati posisi yang ada,’’ jelas dia.
Pemetaan kemampuan para pejabat semata-mata untuk mempercepat jalannya roda birokrasi. Pimpinan menginginkan para pejabat yang mengisi posisi strategis itu benar-benar memiliki kompeten. ‘’Kebugaran seorang pejabat itu penting. Meski sehat, apakah dia layak diposisi itu. Ini juga jadi pertimbangan penting,’’ terang Amar.
Mantan Asisten II Setda ini belum bisa memastikan kapan mutasi bergulir. Dia menegaskan, mutasi menjadi bupati. Pihaknya hanya mempersiapkan sejumlah syarat yang dibutuhkan.
’’Untuk waktu mutasi, pak bupati yang berhak. Yang jelas, sejak Jumat lalu hingga Kamis nanti, semua pejabat eselon II dan III ini wajib mengikuti tes terlebih dahulu,’’ kata dia.
Saat ini terdapat sejumlah posisi jabatan eselon II dan III yang lowong. Misalkan posisi Asisten II. Posisi ini sebelumnya ditempati Amar Nurmansyah dilantik menjadi Sekda KSB. Selain itu ada juga beberapa posisi eselon II lain yang kosong seperti staf ahli bupati dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran. (far/r8) Editor : Redaksi