Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harapkan Lebih Banyak Kuliner dan Merchandise di Gelaran MXGP Samota

Galih Mps • Sabtu, 28 Mei 2022 | 19:54 WIB
Baiq Nelly Kusumawati
Baiq Nelly Kusumawati

MATARAM-Dinas Perdagangan NTB telah menggelar pertemuan bersama para sponsor balap motor cross grand prix (MXGP) Samota 2022 serta Pemda Sumbawa di Pulau Sumbawa.


"Kami turun lapangan sekaligus mengecek lokasi sirkuit yang luasnya diperkirakan 50 hektare (Ha), di sana kami membahas selain sponsorship juga akomodasi dan konsumsi," terang Sekretaris Dinas Perdagangan NTB Baiq Nelly Yuniarti di ruang kerjanya, Jumat (27/5).


Dinas Perdagangan berharap dengan digelarnya event ini dapat berdampak pada besarnya nilai transaksi dan pertumbuhan ekonomi di NTB. Khususnya Pulau Sumbawa.


"Kita harapkan event-event seperti ini dapat merangsang sektor perdagangan sehingga pertumbuhan ekonomi kita (NTB, red) menjadi bagus," terang wanita berhijab yang murah senyum ini.


Dia melihat harapan yang diinginkan tersebut, maka Pemprov NTB khususnya Dinas Perdagangan lebih intens mempersiapkan diri. Terutama penempatan pelaku UMKM di sekitar area sirkuit. Seberapa banyak pelaku UMKM yang ikut terlibat, serta jenis usaha yang akan dihadirkan selama gelaran tersebut.


"Banyak bidang ya UMKM ini, kami ingin mereka bisa bermain maksimal pada ajang ini, kita pun berikan ruang yang cukup untuk mereka," kata Wanita kelahiran Penujak 15 Juni 1976 silam ini.


Nelly menjelaskan, persentase pelaku UMKM yang hadir pada ajang ini didominasi pelaku UMKM dari pulau Sumbawa sebanyak 90 persen dan sisanya 10 persen dari Pulau Lombok. Mereka ini yang akan memenuhi konsumsi penonton yang diprediksi hadir hingga 50 ribu orang lebih.


"Sekarang masyarakat kita sudah mulai aktif menentukan konsep konsumsi seperti apa, karena gelaran ini jenisnya di lapangan, sort tourism maka yang dijual sesuai kebutuhan event apakah makanan siap saji atau take away. Tidak lagi menghadirkan makanan yang dimasak hingga setengah jam lebih," beber Nelly.


Begitu pula soal merchandise, sambungnya, yang lebih didorong dalam bentuk kaos hingga topi lebar anti panas. Atau pun produk lainnya yang sekiranya dibutuhkan konsumen di sekitar sirkuit.


"Harapan kami lebih banyak kuliner dan merchandise, karena kan konsumen kita, penonton ini akan cari makannya dimana," kata mantan Kabag Keuangan KPU NTB ini.


Menyoal persentasi pelaku UMKM yang didominasi dari Pulau Sumbawa, sambungnya, tidak hanya karena lokasi gelaran yang ada di Pulau Sumbawa. Namun juga pertimbangan biaya perjalanan bagi pelaku UMKM dari Lombok.


"Bayangkan kalau UMKM dari Lombok ke Sumbawa (lebih banyak, red), mereka kan harus menginap. Kecuali ditanggung dinas, tapi (kalau jumlah tanggungan UMKM banyak, red) ya agak beratlah biaya operasionalnya," terangnya.


Dinas Perdagangan menuntut masyarakat atau pelaku UMKM untuk lebih sensitif dan kreatif dalam membaca jenis kegiatan, jenis penonton dan kebutuhannya. "Sejauh ini mereka sudah ready dan masih ada waktu untuk menyiapkan produk-produk yang akan ditampilkan, setelah belajar banyak dari MotoGP lalu ya," pungkas alumnus Universitas Gajah Mada ini. (ewi/r8)

Editor : Galih Mps
#MXGP. Samota