Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hari Terakhir Menjabat, Wali Kota Bima Muhammad Lutfi Malah Usir Wartawan yang Meliput

M Islamudin • Selasa, 26 September 2023 | 15:10 WIB
DILARANG MELIPUT: Suasana anggota Satpol PP Kota Bima meminta wartawan keluar dari aula kantor Wali Kota Bima, Senin (25/9)
DILARANG MELIPUT: Suasana anggota Satpol PP Kota Bima meminta wartawan keluar dari aula kantor Wali Kota Bima, Senin (25/9)

LombokPost--Wali Kota Bima Muhammad Lutfi meninggalkan kesan kurang baik dengan wartawan di akhir masa jabatannya. Dia memerintahkan Pol PP mengusir wartawan yang tengah melakukan tugas jurnalistik, Senin (25/9).

Para pewarta saat kejadian tengah meliput pelantikan 39 pejabat teras Pemerintah Kota (Pemkot) Bima di aula kantor bupati.

Awalnya, sejumlah wartawan datang meliput acara pelantikan yang dijadwalkan pukul 08.0 Wita. Namun hingga pukul 09.45 Wita, acara pelantikan tersebut belum dimulai.

Pelantikan puluhan pejabat itu baru dimulai sekitar pukul 09.50 Wita setelah wali kota hadir di aula. Para undangan dan pejabat yang akan dilantik pun memasuki ruangan pelantikan.

Sebelum acara dimulai, pria yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta gratifikasi ini secara terang-terangan memerintahkan anggota Satpol PP mengeluarkan wartawan.

"Pol PP suruh keluar yang tidak berkepentingan dalam ruangan ini, termasuk wartawan," ucap Muhammad Lutfi lantang.

Perintah mengeluarkan wartawan dari ruangan pelantikan itu disampaikan sang wali kota saat berada di atas meja utama. Saat itu, dia didampingi sekda Kota Bima dan sejumlah pejabat eselon II.

"Mohon maaf, perintah Pak Wali tolong keluar dulu dari ruangan ini," kata Plt Kasatpol PP Kota Bima Abdurrahman kepada sejumlah wartawan.

Dia beralasan pihaknya hanya mengikuti perintah wali kota untuk mengeluarkan ASN, termasuk wartawan. "Soal alasannya, kami tidak tahu. Kami hanya diarahkan untuk mengeluarkan," tandas Abdurrahman.

Sementara, Kepala Dinas Kominfotik Kota Bima Mahfud membantah wali kota telah mengusir wartawan. "Tidak ada pengusiran, hanya wartawan dilarang masuk ke aula tempat pelantikan," katanya.

Wali Kota Bima Muhammad Lutfi yang dicegat sejumlah wartawan untuk diwawancara mengenai mutasi meminta agar menanyakan kepada sekda. "Jangan tanya saya, ke Pak Sekda saja," sarannya sembari naik di mobil.

Sementara, Sekda Kota Bima Mukhtar Landa yang dikonfirmasi juga menghindar dari para jurnalis. "No comment," jawabnya singkat. (man/jlo/r8)

Editor : Kimda Farida
#Wali Kota Bima Muhammad Lutfi #NTB #intimidasi wartawan