LombokPost-Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melakukan penanaman jagung sekaligus menyerahkan bantuan dan berdialog dengan petani di Desa Labuan, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, Kamis (25/1).
Penanaman jagung di daerah sentra produksi nasional ini guna memacu budidaya di semua daerah. Sehingga terjadi peningkatan produksi jagung nasional, bahkan Indonesia bisa ekspor.
"Hari ini datang cek hamparan budidaya jagung sekaligus tanam. Ini bangus sekali. Kami akan tambah benih jagung gratis untuk petani. Kami sudah janji dengan Bupati Sumbawa agar budidaya jagung di sini untuk memperkuat produksi dan kebutuhan nasional," demikian dikatakan Mentan pada kegiatan tanam jagung tersebut.
Baca Juga: Bingung Soal Penggajian, Pemkab Lobar Ragu Usulkan Kebutuhan ASN
Amran menegaskan Kementerian Pertanian (Kementan) tidak hanya menggenjot produksi jagung, namun juga hingga penanganan panen dan pasca panen. Kementan bersinergi dengan Bulog, kementerian lainya dan pihak swasta agar harga saat panen puncak tidak turun tapi menguntungkan petani.
Baca Juga: Potensi Besar, Kabupaten Sumbawa Miliki Ekowisata Mangrove Seluas 40 Hektare
"Insyaa Allah yang kita jaga nanti saat puncak panen raya. Kami sampaikan kepada Bulog agar menyerap jagung petani. Juga perusahaan-perusahaan pakan wajib serap jagung petani pada saat panen puncak. Jangan cuma tahunya impor," tegasnya.
Di sisi lain, Amran menegaskan ketahanan pangan Indonesia awal 2024 dan ke depannya aman. Pasalnya, mulai Desember 2023 petani seluruh Indonesia telah mulai melakukan penanaman padi dan jagung dan didukung oleh kondisi hujan yang merata.
"Penanaman padi Desember 2023 itu sebesar 1,5 juta hektare. Artinya apa? Tiga bulan ke depan aman. Penanaman inipun aman dengan dukungan kebutuhan pupuk. Presiden Jokowi sudah tambah anggaran pupuk bersubsidi 2024 ini Rp 14 triliun, sehingga tak ada lagi kesulitan pupuk," ungkapnya.
Baca Juga: Kades Langko, Tersangka Kasus Tipilu di Lombok Barat Dilimpahkan ke Kejaksaan
Diketahui, Kabupaten Sumbawa memiliki potensi lahan pertanian yang terhampar luas dengan luas baku sawah 55 ribu hektare, termasuk di dalamnya subsektor peternakan dengan populasi sapi potong sebanyak 305 ribu ekor dan kerbau 31 ribu ekor.
Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah menyampaikan apresiasi terhadap bantuan dan perhatian Kementan selama ini. Pemda Sumbawa bersama petani, peternak, dan penyuluh berkomitmen untuk pengembangan komoditas jagung dalam memenuhi kebutuhan nasional.
"Dan juga peternakan dengan membangun sistem produksi yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan sesuai dengan potensi daerah sehingga dapat berkontribusi dalam pemenuhan ketersediaan pangan nasional," kata bupati.(bia/r8)
Editor : Kimda Farida