648 Jiwa Terdampak Banjir Bandang di Kabupaten Sumbawa
Galih Mega Putra S• Jumat, 23 Februari 2024 | 10:53 WIB
BANJIR: Sejumlah desa terendam banjir di beberapa wilayah di Sumbawa.(ABET/LOMBOK POST)
LombokPost-Sebanyak 648 jiwa terdampak banjir bandang di Desa Kalabeso, Desa Jurumapin, Desa Labuhan Burung Kecamatan Buer, dan Desa Marente Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Rabu (21/2).
Kepala Pelaksana BPBD Sumbawa Muhammad Nurhidayat membenarkan terjadi banjir bandang di sejumlah desa.
“Benar, terjadi banjir di dua kecamatan karena intensitas hujan yang tinggi di wilayah hulu Kecamatan Buer dan Kecamatan Alas,” kata Nurhidayat.
Banjir merendam ratusan rumah warga di tiga desa.
Yaitu Desa Jurumapin, Kalabeso, dan Labuhan Burung. Namun kondisi banjir sudah surut.
Selanjutnya banjir bandang menghanyutkan dua rumah warga di Desa Jurumapin, Kecamatan Buer, dan ada sembilan jiwa mengungsi di rumah keluarga terdekat.
“Dua jembatan penghubung antar desa putus, sehingga akses satu-satunya lumpuh,” kata Nurhidayat.
Ia menyebutkan, jembatan penghubung antar Desa Kalabeso ke Desa Labuhan Burung, Kecamatan Buer putus.
Jembatan penghubung antara Dusun Marente Loka dan Dusun Beru, Desa Marente, Kecamatan Alas terputus di terjang banjir bandang, kemarin.
Sedangkan di Desa Marente, Kecamatan Alas tidak ada rumah warga terendam banjir, karena terdampak pada jembatan putus dan areal sawah gagal panen.
“Ambruknya tanggul penahan tebing sekitar 60 meter dengan tinggi sekitar 4 meter di bagian kiri dan kanan Jembatan penghubung tersebut,” imbuh Nurhidayat.
Sementara, areal sawah petani yang diterjang banjir mengakibat gagal panen
sebanyak 25 hektare di Desa Kalabeso, 2 hektare di Desa Jurumapin, Kecamatan Buer, dan 10 hektare di Desa Marente, Kecamatan Alas.
“Cekdam Uma Nasi di Desa Jurumapin ambruk dan tanggul penahan tebing tergerus oleh banjir di wilayah pemukiman Dusun Jurumapin B sepanjang sekitar 100 meter dan tinggi sekitar sekitar 3,5 meter,” kata Nurhidayat.
Penanganan yang sudah dilakukan, sambungnya, dengan berkoordinasi dengan desa/kelurahan/kecamatan tempat terdampak kejadian.
Kemudian memantau perkembangan kejadian dan proses gotong royong pasca bencana.
Ia mendorong segera dilakukan upaya pemasangan bronjong penahan tebing di tiga desa terdampak banjir bandang di Kecamatan Buer.
Langkah ini untuk mengurangi dampak dan tidak semakin meluas ke pemukiman warga ketika terjadi bencana ke depan.
Nurhidayat mengimbau warga untuk berhati-hati selama musim penghujan ini.
Mengingat cuaca masih terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Sehingga menyebabkan banjir bandang.
“Kepada warga kami imbau waspada karena cuaca masih akan berpotensi terjadi Hujan Lebat di wilayah hulu,” pungkasnya. (bia/r8)