LombokPost-Ribuan hektare lahan padi dan jagung Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terancam mengalami gagal tanam dan panen.
Ini akibat pengaruh cuaca yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.
‘’Kondisi cuaca, curah hujan yang rendah menjadi penyebab utama,’’ jelas Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Dinas Pertanian KSB Idrus, Jumat (23/2)
Data sementara, cuaca ekstrim ini menyebabkan sekitar 4.056 hektare lahan padi terdampak kekeringan.
‘’Gagal tanam dan panen potensinya cukup besar,’’ akunya.
Ancaman gagal tanam dan panen ini terbilang cukup besar jika dilihat dari total areal tanaman padi hampir sekitar 7.000 hektare lebih.
Kondisi inipun dikhawatirkan akan berdampak terhadap produksi beras.
Idrus mengaku, saat ini petugas di lapangan masih terus melakukan pendataan terhadap areal pertanian yang mengalami gagal tanam dan panen.
‘’Petugas lapangan kami masih terus bekerja mengumpulkan data. Termasuk pemetaan wilayah mana saja yang terdampak cukup parah,’’ urainya.
Ia tak menampik sebagian di antara petani yang lahannya terancam gagal tanam dan panen sudah tercover dalam asuransi.
Hanya saja, untuk mencairkan asuransi harus menyesuaikan dengan kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya.
‘’Ada yang tercover dalam asuransi. Ini juga yang sedang kami pilah-pilah di antara sekian ribu hektare tadi,’’ janjinya.
Cuaca ekstrim tak hanya mengakibatkan tanaman padi terancam gagal tanam dan panen.
Ribuan hektare lahan jagung juga ikut terdampak. Sebab, lahan jagung ini sebagian besar mengandalkan curah hujan.
‘’Untuk jagung ada sekitar 7.000 hektare lebih terancam gagal panen,’’ tambahnya. (far/r8)
Editor : Kimda Farida