LombokPost-Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin berkesempatan mengunjungi mahasiswa KSB yang kini tengah menempuh pendidikan di kota pelajar, Jogjakarta, Minggu (3/3). Didampingi istri Hj Hanipah W. Musyafirin, orang nomor satu KSB ini juga menyempatkan diri melihat dari dekat proses latihan 12 talenta muda sepak bola KSB yang saat ini merumput bersama PSS Slema.
Dua agenda ini memanfaatkan bupati dua periode itu untuk menyampaikan sejumlah hal penting terkait perkembangan dan pembangunan yang saat ini sudah dilakukan di KSB.
Haji Firin termasuk kepala daerah yang dikenal cukup dekat dengan kalangan mahasiswa, termasuk mereka yang saat ini tengah menempuh pendidikan tinggi di luar. Selain untuk silaturahmi, kehadiran bupati juga untuk melihat dari dekat kehidupan calon-calon pemimpin Sumbawa Barat itu ke depan.
‘’Tadi sempat bertemu anak-anak kita di asrama Jogja, ada banyak hal kita sampaikan, termasuk bertukar ide dan gagasan. Tak lupa juga saya sampai beberapa hal penting tentang pembangunan yang sudah dilakukan KSB saat ini,’’ jelas Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin via ponsel kepada koran ini, kemarin (3/3).
Haji Firin mengakui, bertemu mahasiswa seakan mengingatkan dirinya ketika menempuh pendidikan tinggi puluhan tahun lalu. Lumrah bagi seorang mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi selalu kritis, tegas dan terkesan keras, apalagi itu berhubungan dengan persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Ia pun mengapresiasi sikap dan cara mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Sebagai kaum intelektual, beberapa saran maupun kritik ini diakuinya dibutuhkan dalam mendukung pembangunan.
‘’Sebagai orang tua, kita tentu harus bisa menyisipkan waktu bertemu langsung, mendengar apa yang diinginkan anak-anak kita ini. Sebab, mereka adalah calon generasi penerus ke depan,’’ katanya.
Haji Firin termasuk bupati tak antikritik. Di beberapa kesempatan, inisiator utama Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) sebagai roh utama pembangunan di KSB itu selalu menyempatkan diri menghadiri berbagai kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa, tak hanya KSB tapi juga beberapa kegiatan yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) nasional Indonesia. Baik sebagai pembicara dalam seminar maupun mengisi kuliah umum dibeberapa kampus di NTB.
Doktor lulusan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini tak segan-segan meminta agar dirinya dikritik selama memimpin KSB. ‘’Kritik dan saran dari mahasiswa itu penting. Mereka juga bisa menjadi teman untuk mencari solusi untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,’’ urainya.
Selain silaturahmi kunjungan singkat itu juga dimanfaatkan untuk melihat dari dekat kondisi asrama yang saat ini ditempati puluhan mahasiswa. ‘’Ada beberapa kamar asrama yang butuh dilakukan perbaikan. Ini sudah saya sampaikan langsung kepada Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah dan Aset (BPKAD) untuk segera diperbaiki,’’ janjinya.
Asrama mahasiswa KSB di Jogjakarta termasuk salah satu asrama cukup besar dan megah disiapkan Pemda KSB. Beberapa fasilitas yang saat ini tak berfungsi dengan baik akan segera ditangani. ‘’Tahun ini juga akan kita perbaiki, supaya anak-anak kita ini betah dan nyaman selama mereka kuliah di negari orang,’’ janjinya.
Sebagai orang tua, HW Musyafirin tak lupa menyempaikan beberapa pesan penting. Di antaranya meminta mahasiswa untuk terus fokus menyelesaikan studi, menjauhi narkoba dan judi online. ‘’Ini penting, karena ada kecenderungan banyak sekali hal-hal negatif yang mengancam mereka sebagai generasi penerus,’’ pintanya.
Mahasiswa juga diminta mengedepankan disiplin dalam berbagai hal. Baik itu disiplin dalam studi maupun disiplin dalam beribadah. ‘’Tak boleh kita meninggalkan ibadah. Itu penting, disiplin itu menjadi ruh kehidupan,’’ ingatnya.
Dalam pertemuan itu ada beberapa hal penting yang sempat ditanyakan mahasiswa. Di antaranya terkait berbagai pembangunan yang kini sedang berlangsung di KSB. Termasuk pembangunan bandara di Desa Kiantar dan pembangunan pabrik smelter, pemurnian barang tambang tembaga dan emas milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
‘’Khusus bandara sekarang masih dalam tahap pembangunan, memang statusnya bandara khusus tapi ini bisa digunakan juga untuk umum,’’ ingatnya.
Status bandara Kiantar yang dibangun AMNT itu sama halnya dengan bandara milik PT Freeport Indonesia. Statusnya bandara khusus tapi penggunaan bisa juga untuk umum. ‘’Kehadiran bandara ini akan mengurangi rentang kendali KSB dengan daerah laih,’’ urainya.
Rentang kendali ini menjadi masalah utama. Terutama untuk mendukung pembangunan ekonomi KSB ke depan. ‘’Kita fasilitasi kehadiran bandara ini, tujuannya hanya satu mengurangi rentang kendali. Dengan begitu, orang yang akan datang ke KSB akan lebih mudah dan cepat,’’ tukasnya.
Sementara untuk pabrik smelter, bupati KSB dua periode ini memaparkan beberapa perkembangan terbaru. Pabrik yang diperkirakan akan mampu mengolah sekitar 900 ribu ton tembaga menjadi barang jadi itu saat ini dalam tahap konstruksi akhir. ‘’Smelter itu menjadi sangat penting bagi KSB, saat ini proses pembangunannya sudah masuk tahap akhir dan segera beroperasi,’’ urainya lagi.
Terakhir, H. Firin juga menceritakan beberapa program pembangunan fisik yang saat ini sudah dilaksanakan Pemda KSB. Di antaranya keberadaan alun-alun Kota Taliwang yang sudah dirombak total, pembangunan jalur dua arah jalan undru termasuk penyelesaian pembangunan jalan TGKH Zainuddin Abdul Madjid.
‘’Sekarang KSB sudah berubah total, banyak jalan baru dibangun termasuk penataan kota seperti alun-alun dan beberapa pembangunan lain,’’ tambahnya.
Bupati KSB, H.W.Musyafirin juga berkesempatan menjenguk langsung talenta-talenta muda KSB yang saat ini menempuh sekolah sepak bola di akademi PSS Sleman. Diketahui, ada 12 atlet muda KSB yang mengikuti program pendidikan di akademi ini. Mereka sendiri diberangkatkan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Program ini merupakan bagian dari tidak terpisah dari kegiatan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan dibidang olahraga. Mereka menjadi bagian utama dari program Sports4Development Amman Mineral.
‘’Saya juga menyempatkan diri bertemu anak-anak KSB yang saat ini menempuh sekolah sepak bola selama satu tahun di PSS Sleman. Kondisi mereka sangat baik dan banyak sekali ilmu yang didapat selama berada di salah satu akademi terbaik di Indonesia itu,’’ katanya.
Pesan yang sama juga disampaikan kepada 12 calon pesepakbola profesional KSB ini, H. Firin berharap mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendukung kemajuan sepak bola di Sumbawa Barat. ‘’Disiplin menjadi kunci utama. Ilmu yang didapat akan sangat bermanfaat bagi pengembangan dunia olahraga, khususnya sepak bola baik di KSB maupun NTB dan nasional,’’ tambah pria yang juga ketua PSSI Sumbawa Barat ini. (far/r5)
Editor : Rury Anjas Andita