LombokPost-Progres pembangunan bandara di Desa Kiantar, Kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diklaim sudah mencapai 57 persen.
Bandara khusus milik PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) itu nantinya juga akan digunakan untuk kepentingan umum.
‘’Dari hasil tinjauan saya di lapangan, progresnya cukup bagus di angka 57 persen,’’ klaim Bupati KSB HW Musyafirin, kemarin.
Pembangunan bandara ini dimulai sejak Desember tahun 2023 lalu dan ditargetkan tuntas November 2024 ini.
‘’Kalau dilihat dari progress yang ada, kita optimis November tahun ini sudah bisa diselesaikan,’’ katanya.
Di lapangan, lanjut bupati, beberapa konstruksi utama bandara sudah dikerjakan. Saat ini tinggal menyelesaikan beberapa fasilitas pendukung lain.
‘’Konstruksinya sudah terbangun bagus,’’ ujarnya.
Bupati kembali menegaskan, sejak awal pembangunan bandara ini statusnya khusus. Namun untuk operasionalnya nanti bisa digunakan untuk kepentingan umum.
‘’Memang privat, tapi operasionalnya juga untuk umum. Sama dengan bandara milik PT Freeport di Papua,’’ jelasnya.
Tugas pemerintah, sambung dia, bagaimana memfasilitasi bandara tersebut segera terbangun. Seperti proses pembebasan lahan dan lain sebagainya.
‘’Tugas pemerintah di situ, mendukung kehadiran bandara ini. Tugas pemerintah, bagaimana proses pembebasan lahan oleh perusahaan ini tidak merugikan masyarakat,’’ katanya.
Termasuk Land Owner (pemilik tanah,red), bupati menegaskan, pemerintah tetap pada komitmen awal, bagaimana eks pemilik lahan ini diberdayakan untuk beberapa pekerjaan ketika bandara tersebut beroperasi.
‘’Ini sedang dan terus kita komunikasikan dengan PT Amman untuk didata dan diberikan pelatihan, menyesuaikan dengan kebutuhan tenaga saat bendara itu dioperasikan,’’ janjinya.
Untuk mengkomunikasikan hal ini, bupati mengaku, sudah menugaskan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi KSB termasuk staf khusus bupati untuk mempersiapkan ini.
‘’Termasuk untuk tenaga kerja saat pabrik smelter beroperasi,’’ tambahnya. (far/r8)