Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Dua Desa di Bima Bentrok, Satu Orang Luka-luka  

nur cahaya • Sabtu, 26 Oktober 2024 | 21:34 WIB

 

BENTROK: Tangkapan layar bentrokan warga Desa Cenggu versus Desa Runggu Kecamatan Belo, Kabupaten Bima pecah, Kamis malam (24/10).
BENTROK: Tangkapan layar bentrokan warga Desa Cenggu versus Desa Runggu Kecamatan Belo, Kabupaten Bima pecah, Kamis malam (24/10).
 

LombokPost---Bentrokan warga Desa Cenggu versus Desa Runggu Kecamatan Belo, Kabupaten Bima pecah, Kamis malam (24/10). Dua kelompok warga baku lempar menggunakan batu di jalan raya perbatasan dua desa setempat setempat.

Sejumlah petugas turun ke lokasi berupaya meredam bentrokan tersebut. Situasi terkini relatif kondusif dan polisi masih berjaga di lokasi untuk menghindari bentrokan susulan.

Camat Belo Ruyani mengatakan, bentrokan antar kampung tersebut berawal ketika dua kelompok remaja dari Desa Cenggu dan Runggu terlibat saling lempar menggunakan batu. Setelah bentrokan itu redah, kelompok remaja dari Desa Cenggu kemudian pulang dan nongkrong di perbatasan dua desa setempat.

Saat sedang asik nongkrong, tiba-tiba salah satu dari mereka terkena lemparan batu yang diduga berasal dari warga Desa Runggu. "Korban tiba-tiba kena lemparan batu saat asik nongkrong, sehingga harus dilarikan ke puskesmas," katanya, kemarin.

Pihak keluarga korban yang mendapati informasi itu sontak naik pitam. Mereka bergegas melakukan perlawanan dan mencari terduga pelaku yang melempari korban menggunakan batu.

"Keluarga korban dan warga Cenggu sampai terpancing keluar rumah melakukan pelemparan. Sementara warga Runggu, Alhamdulillah bertahan dan tidak terpancing," jelas Ruyani.

Setelah dilakukan negosiasi panjang, akhirnya dua kubu yang berlawanan itu berhasil diredam. Meksi demikian, sejumlah petugas tetap standby di lokasi perbatasan desa setempat mengantisipasi bentrokan susulan.

"Saat ini saya bersama jajaran Polsek Belo. Rencananya kami mau turun lagi ke dua desa itu untuk melakukan mediasi," jelas dia.

Ruyani berharap kejadian serupa tidak terulang di wilayah setempat. Karena hal demikian dapat berbuntut panjang, yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan hidup masyarakat sekitar.

"Kami imbau, masyarakat di dua desa itu dapat menahan diri dan tidak terprovokasi. Biarkan petugas yang menangani kasusnya,"  tandasnya. (gun/r8)

Editor : Redaksi Lombok Post
#desa #korban #bentrok #Bima