LombokPost-Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggangu jadwal penerbangan di Bandara Sultan Muhammad Salahuddin (SMS) Bima.
Semua rute penerbangan maskapai milik Lion Group terpaksa dibatalkan sementara.
Pembatalan penerbangan ini berlangsung sejak Senin (11/11) hingga Kamis (14/11).
Diketahui, Maskapai Wings Air (Lion Group) melayani rute penerbangan dari Bandara SMS Bima tujuan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (Bizam) Lombok, Bandara Ngurah Rai, Denpasar dan Bandara Makassar.
Tidak hanya penerbangan dari Bandara SMS ke Bizam, pembatalan serupa juga terjadi untuk penerbangan dari sejumlah bandara lain tujuan ke Bandara SMS Bima.
Kepala Unit Penyelenggara Bandara SMS Bima Sigit Budiarto menjelaskan, pembatalan penerbangan dari Bandara Bima tujuan Lombok dan sejumlah daerah lain karena pertimbangan pihak maskapai.
”Untuk Bandara sendiri tidak ada kendala. Yang menjadi kendala itu adalah maskapai penerbangan itu sendiri yang mempertimbangkan keselamatan selama penerbangan,” kata dia via telepon genggam, Kamis (14/11).
Berdasar informasi yang diperoleh, meski debu vulkanik sangat tipis, namun sangat berisiko untuk penerbangan. Hal tersebut, kata Sigit, menjadi pertimbangan pihak maskapai.
Menurut Sigit, pengaruh erupsi Gunung Lewatobi Laki-Laki juga menjadi pertimbangan pihak maskapai, sehingga jadwal penerbangan juga dibatalkan, Rabu (13/11).
Sejumlah calon penumpang maskapai Wing Air (group Lion Air) dengan nomor penerbangan IW 1865 dari Bandara SMS Bima tujuan Bandara Internasional Lombok memperoleh notifikasi dari pihak maskapai Lion Air agar mengajukan pengembalian dana (refund) atau pengajuan ulang jadwal penerbangan (reschedule).
Pihak maskapai menyampaikan alasan pembatalan penerbangan tersebut lebih pada erupsi Gunung Lewatobi Laki-Laki, NTT.
Landside Wings Abadi Airlines (Lion Air Group) Bandara SMS Bima Ulfa Dwiyanti belum merespons saat dikonfirmasi.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Sultan Muhammad Salahuddin Bima Jumratul Aida mengatakan, pertimbangan pembatalan penerbangan pesawat karena sebaran debu vulkanik dari letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki.
Kendati demikian, berdasarkan hasil papper test di Bandara SMS Bima pukul 15.00 Wita, menunjukan hasil negatif debu vulkanik.
”Pembatalan pesawat yang siang ini (kemarin) karena adanya sebaran debu vulkanik yang diprediksi mengarah ke wilayah Bima,” kata Jumratul.
Meski maskapai mengambil kesimpulan pembatalan penerbangan, namun Bandara SMS Bima masih dibuka. (man/r8)
Editor : Kimda Farida