LombokPost-Bentrokan antar warga Desa Runggu dengan Desa Roka, Kecamatan Belo, Bima kembali pecah, pagi Rabu (1/1).
Mereka saling serang menggunakan senjata tajam dan senjata api (senpi) rakitan. Dua orang terluka diduga kena tembakan senpi rakitan.
Camat Belo Ruyani membenarkan kelompok pemuda dari Desa Runggu dengan Desa Roka kembali bentrok.
“Iya, benar tadi pagi-pagi (kemarin) kedua kelompok pemuda saling serang,” kata Ruyani.
Baca Juga: Kemenag Kota Mataram Salurkan 250 Paket Bantuan Sembako
Aksi saling serang kali ini mengakibatkan jatuh korban dari kedua belah pihak dan sudah mendapat perawatan medis.
“Satu orang korban dari Desa Roka atas nama AR mengalami luka tembak senjata rakitan bagian dada sehingga dilarikan ke RSUD Bima,” terangnya.
Sedangkan korban lainnya, satu orang dari Desa Runggu inisial A mengalami luka tembak senapan angin bagian dada dan dilarikan ke Puskesmas Belo untuk penanganan medis.
“Motif terjadinya kali ini dipicu saling provokasi kedua kelompok pemuda sehingga terjadi aksi saling serang serang,” ungkapnya.
Baca Juga: Kapal Pesiar Bersandar di Gili Mas Lembar, 3.500 Wisatawan Liburan di Lombok
Puluhan pasukan gabungan dari TNI dan Polri turun ke lokasi untuk membubarkan kedua kelompok.
“Sampai pukul 11.00 siang ini situasi sudah kondusif dan kedua kelompok sudah kembali ke kampung masing-masing,” pungkasnya.
Di sisi lain, puluhan warga Desa Runggu menghadang mobil polisi, Rabu (1/1). Mereka minta pemuda yang diamankan agar dilepas.
Selain menghadang iringan mobil aparat, warga setempat juga memblokir jalan menggunakan baru, berugak hingga tumpukan kayu.
Sejumlah pemuda yang diamankan tersebut imbas dari aksi saling serang dua kelompok warga yang terjadi, kemarin pagi.
Baca Juga: Momen Tahun Baru, Harga Sejumlah Komoditas Pangan di NTB Naik 8-25 Persen
Pantauan Koran ini di lokasi, puluhan warga Desa Runggu turun ke jalan. Mereka menghadang mobil aparat Kepolisian.
Emak-emak itu meminta polisi agar melepas kembali sejumlah pemuda yang dibawa untuk dimintai keterangan.
Penghadangan dilakukan warga di sepanjang jalan, mulai dari ujung Utara sampai di depan TPU Desa Runggu.
Baca Juga: Pendaftaran Seleksi PPPK Tahap 2 Diperpanjang, Sudah Ada 3.311 Pendaftar
"Kami minta warga diturunkan. Jangan diangkut ke Polres," pinta salah satu orang tua pemuda yang dibawa oleh aparat.
Sebelum warga dibawa, Kabag OPS Polres Bima Kompol Iwan S berusaha memberikan pengertian kepada para warga.
"Anak-anak akan dikembalikan setelah dilakukan pemeriksaan di polres. Percayakan kepada kami selaku aparat untuk menyelesaikan permasalahan ini," kata Iwan.
Meski mendapat penolakan dari warga, aparat Kepolisian tetap membawa sejumlah pemuda tersebut untuk dibawa ke Polres Bima.
Hingga kemarin sore, situasi di Desa Runggu kondusif, namun untuk menghindari konflik lanjutan sekitar dua pleton gabungan Dalmas dan Brimob disiagakan. (man/r8)
Editor : Kimda Farida