Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pengolahan Sampah Jadi Kompos, Amman Mineral Terus Berikan Pendampingan

nur cahaya • Minggu, 2 Februari 2025 | 18:10 WIB
Siswa SMPN 6 Taliwang saat mendemonstrasikan pengolahan sampah menjadi pupuk kompos. Program pendampingan dari PT Amman Mineral ini sejauh ini cukup memberikan kontribusi cukup berarti bagi sekolah.
Siswa SMPN 6 Taliwang saat mendemonstrasikan pengolahan sampah menjadi pupuk kompos. Program pendampingan dari PT Amman Mineral ini sejauh ini cukup memberikan kontribusi cukup berarti bagi sekolah.

LombokPost—PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) kembali membuktikan komitmennya melalui program pemberdayaan masyarakat (PPM).

Kali ini, perusahaan tambang tembaga dan emas itu secara khusus mendampingi sejumlah sekolah mengubah sampah menjadi kompos. SMP 6 Taliwang dan SMP IT Imam Syafi’i.

Program pendampingan seperti ini bukan hal baru. Sebelumnya, Amman Mineral juga telah melakukan pendampingan terhadap bebera sekolah lain, di antaranya SMPN 1 Maluk, SMPN 3 Taliwang, SDN 2 Taliwang dan SDN Bukit Damai Maluk hingga sejumlah kelompok masyarakat.

Termasuk menyediakan berbagai fasilitas pendukung pengolahan sampah menjadi pupuk kompos.
Senior Manager Social Impact Amman Mineral, Aji Suryanto mengatakan pendampingan ini adalah inisiatif perusahaan dalam pengembangan kapasitas masyarakat, agar dapat memaksimalkan kesejahteraan dan potensi sumber daya manusia dan wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

"Program pengelolaan sampah di sekolah (PPSS) adalah upaya Amman Mineral untuk berkontribusi dalam mengurangi jumlah sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA),’’ katanya.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk mengurangi emisi, efisiensi biaya operasional pengangkutan sampah ke TPA, sehingga dapat menurunkan rotasi  pengangkutan sampah dan memperpanjang umur pakai TPA.

Tujuan terpenting program ini adalah edukasi sejak dini untuk perubahan mindset dan perilaku, agar siswa dan orang tua terbiasa memilah sampah dan menjaga lingkungan, sambil memberikan peluang ekonomi untuk mendukung pemberdayaan sekolah melalui pengelolaan sampah secara mandiri.

Aji menjelaskan, Amman Mineral melakukan pendampingan secara menyeluruh, diantaranya, pembangunan rumah kompos di sekolah, pelatihan dan pendampingan dalam hal pemilahan sampah, pengumpulan sampah, pengelolaan sampah, pengolahan sampah organik, pembuatan pupuk kompos.

"Termasuk pemasaran produk dan pengelolaan keuangan untuk menciptakan sirkular ekonomi menuju pengelolaan sampah mandiri,’’ jelasnya.

Kedepannya, sekolah mampu mengelola rumah kompos, menjual produk dan menggunakan hasilnya untuk biaya operasional dan pemeliharaan rumah kompos serta kegiatan sekolah.

Sekolah juga bisa menggunakan kompos ini untuk mendukung petani di sekitar lingkungan. Amman pun juga menggunakan pupuk kompos ini untuk reklamasi,’’ paparnya lagi.

Sementara itu, Kepala SMP 6 Taliwang Taofik Rahman mengaku, program pengolahan sampah menjadi pupuk kompos ini berawal dari adanya rumah kompos yang dibangun Amman Mineral sebelumnya.

Ia yang baru saja menjabat sebagai kepala sekolah kemudian mengumpulkan sejumlah siswa yang memiliki minat untuk mengolah sampah menjadi kompos.

"Saat saya masuk, rumah kompos sudah ada. Saya kemudian mengajak beberapa siswa untuk mencoba mengolah sampah menjadi kompos. Kami juga mendapat pendampingan dari Amman Mineral,’’ jelasnya.

Setahun, SMPN 6 Taliwang mampu menghasilkan sekitar 10 ton pupuk kompos. Pupuk itu bahkan kini sudah dikirim hingga ke Kabupaten Bima.

"Selain dikirim ke luar daerah. Kita juga menggunakan pupuk ini untuk keperluan kebun sekolah. Hasilnya lumayan,’’ paparnya.

Diakuinya, sampai saat ini pengolahan sampah menjadi kompos ini masih terus berjalan. Iapun berharap, ke depan baik pemerintah maupun Amman Mineral mulai memikirkan kendaraan operasional untuk distribusi termasuk pengambilan bahan baku pupuk kompos.

"Ini mungkin harapan kami ke depan. Bagaimana mobilisasi kita lebih mudah. Minimal ada kendaraan roda tiga,’’ harapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah SMPN 3 Taliwang, Mujiburrahman. Pria yang pernah menjabat sebagai Kepsek SMPN 6 Taliwang ini mengaku, inisiasi pengolahan sampah telah dilakukan sejak tahun 2016 silam. Inisiasi ini kemudian berlanjut di SMPN 3 Taliwang.

"Dulu saat saat masih di SMPN 6 Taliwang, kami sukses menjadi sekolah Adiwiyata Provinsi NTB, sebuah prestasi untuk sekolah yang peduli terhadap lingkungan,’’ katanya.

Praktek baik yang ia inisiasi di SMPN 6 Taliwang ini kemudian dilanjutkan ketika ia dipindah menjadi Kepsek SMPN 3 Taliwang.

Meski harus memulai dari nol, karena terkendala berbagai fasilitas, hal tersebut tak membuatnya mundur.

"Dari dulu, saya cukup risih kalau melihat sampah. Nah dari sini inisiasi kami kemudian mengolah sampah ini menjadi punya nilai ekonomis seperti pupuk kompos,’’ paparnya.

Pola pengolahan sampah di sekolah juga diterapkan SMP IT Imam Syafi’i. Salah satu sekolah swasta terbaik di KSB ini bahkan melibatkan warga sekitar untuk mengolah sampah menjadi kompos.

Meski belum lama dirintis, pengolahan sampah melalui rumah kompos secara ekonomi dan lingkungan sudah menunjukkan hasil cukup menggemberikan.

"Hampir setahun lalu kami berdiskusi dengan Amman Mineral tentang pengolahan sampah, dan langsung di support dengan rumah kompos, selain itu kami juga diberikan pendampingan intensif,’’ jelas Ketua Yayasan SMP IT Imam Syafi’i, Muhammad Iqbal.

Usaha yang baru dirintis setahun lalu itu saat ini sudah memberikan dampak secara ekonomi. Namun yang paling utama, program ini berhasil mengatasi persoalan sampah di sekitar lingkungan sekolah.

"Program ini berawal dari persoalan sampah disekitar lingkungan sekolah. Terutama rumah rumah warga setempat, kami akhirnya mencoba memberikan kontribusi. Dan akhirnya program ini bisa memberikan dampak cukup signifikan,’’ tambahnya. (far)

Editor : Rury Anjas Andita
#KSB #sampah #TPA #amnt #tambang #masyarakat #Amman #Pengolahan #Pemberdayaan #fasilitas