Cetak Sejarah, Perempuan Pertama Jadi Kepala Dinas. Khusnarti, sosok perempuan yang menjadi panutan. Ibu empat orang anak ini menjadi pejabat eselon II pertama dari kalangan perempuan.
----------------------------------
Perjalanan karir birokrasi Khusnarti Suharno terbilang cukup moncer. Mulai dari guru, kepala sekolah, camat hingga menduduki jabatan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan KSB. Perempuan kelahiran Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, 55 tahun lalu itu telah melewati banyak fase selama berkarir dalam dunia birokrasi.
Khusnarti termasuk salah satu perempuan tangguh. Dia bisa dibilang Kartini di era modern. Namanya pun bahkan digadang-gadang masuk dalam bursa kandidat calon Sekretaris Daerah (Sekda) Sumbawa Barat.
Perempuan kelahiran 25 April 1970 ini layak diperhitungkan. Sebab dari jenjang karir, dia sudah melalui berbagai perjalanan yang tidak mudah. ‘’Sebagai PNS saya memulai karir sebagai guru. Penempatan pertama tahun 1997 sampai 1999 di SMP Negeri Labangka, Kabupaten Sumbawa,’’ jelas Khusnarti saat berbincang-bincang.
Hampir 28 tahun menjalani karir sebagai PNS, Khusnarti diketahui pernah menduduki beberapa jabatan strategis. Baik sebagai guru, kepala sekolah, camat hingga terakhir diangkat sebagai Kadis Dikbud.
Perjalanan karirnya sebagai ASN sebagian besar dihabiskan di dunia pendidikan. Khusnarti diketahui menghabiskan hampir 22 tahun sebagai tenaga pendidik. ‘’Tahun 1999 sampai tahun 2009 saya pindah menjadi guru SMPN 5 Sumbawa Besar. Kemudian bergeser ke SMP 6 Sumbawa Besar selama empat tahun dari tahun 2009 sampai 2013,’’ katanya menjelaskan.
Tahun 2014, Khusnarti kemudian memilih pindah dan mengabdi dari daerah kelahirannya Kabupaten Sumbawa Barat. Di tahun yang sama, Khusnarti dipercaya menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 6 Taliwang. Kemudian digeser sebagai Kepala SMPN 1 Maluk. Dua tahun bertugas di Maluk, Khusnarti kemudian dipindah dan dipercaya sebagai Kepala SMPN 1 Taliwang, salah satu sekolah unggulan di KSB.
‘’Kurang lebih tiga tahun sebagai Kepala SMPN 1 Taliwang saya dimutasi sebagai pengawas sekolah. Barulah di tahun 2019 saya dimutasi menjadi Camat Brang Rea hingga tahun 2021. Ini jabatan struktural pertama saya,’’ jelasnya.
Tiga tahun menjabat sebagai Camat Brang Rea, Khusnarti kemudian mencoba peruntungan mengikuti seleksi jabatan tinggi pratama (JPT) Pemda KSB. Jabatan eselon II yang kala itu harus diisi melalui lelang terbuka. Khusnarti berhasil menyisihkan belasan pejabat yang saat itu melamar sebagai Kepala Dikbud KSB. ‘’Tahun 2021 tepatnya Desember 2021 saya dilantik menjadi Kadis Dikbud hingga saat ini,’’ paparnya.
Perempuan supel dan dikenal sederhana ini diketahui berhasil meraih sejumlah prestasi gemilang. Khusnarti pernah meraih juara pertama anugerah inovasi daerah kategori pelayanan OPD dengan judul inovasi strategi peningkatan budaya literasi digital melalui guru alo jango murid Sumbawa Barat atau disaat ini dikenal dengan sebutan Go Jamu Sumbar.
Khusnarti juga mencatatkan diri sebagai peringkat pertama Diklat kepemimpinan administrasi angkatan pertama yang diselenggarakan oleh BPSDMD NTB melalui tulisan berjudul aksi perubahan optimalisasi peran aparatur sipil negara dalam penuntasan pilar 4 dan pilar 4 STBM di Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat.
”Penghargaan ini saya raih pada tahun 2021 dan tahun 2024. Ini yang terus memotivasi saya untuk terus memberikan yang terbaik bagi Sumbawa Barat,’’ janjinya.
Sebagai seorang ASN, dia dituntut untuk terus berkembang. Diapun sadar harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan kerja sekitar. Termasuk harus mengupgrade diri. Khusnarti sendiri diketahui saat ini telah menyelesaikan pendidikan S2 di UTS Sumbawa. Dia termasuk salah satu di antara sekian banyak alumni UTS yang berhasil menyandang gelar Magister Manajemen Inovasi. Gelar yang cukup bergengsi tentunya.
Khusnarti menjadikan pendidikan sebagai salah satu hal yang utama. Itu kenapa, adik kandung dari HW Musyafirin ini tak pernah lelah untuk terus meningkatkan kemampuannya di berbagai bidang.
Khusnarti diketahui bersekolah di SDN Beru sejak tahun 1978 hingga 1984, kemudian melanjutkan pendidikan SMP Negeri 1 Mataram dari tahun 1984 hingga tahun 1987. Tahun 1987 ia kemudian menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Mataram hingga tahun 1990. Kemudian melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Mataram dan lulus pada tahun 1994. ”S2 saya selesaikan dalam kurun waktu satu cukup singkat,’’ tambahnya. (bersambung/ABDUL FARUK/r5)
Editor : Redaksi Lombok Post