LombokPost-Musibah banjir yang kerap melanda wilayah Kota Bima menjadi perhatian serius pemerintah setempat. Pj Wali Kota Bima Mukhtar memimpin rapat koordinasi penanganan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Bima, Senin (10/2).
Rakor yang berlangsung di ruang rapat Wali Kota Bima itu dihadiri sejumlah pejabat terkait, di antaranya Inspektur, Asisten I Setda, Staf Ahli Bidang Pemerintah Hukum dan Politik, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kalak BPBD, Kepala DLH, Kadis Sosial, Kadis PUPR, Kadis Damkar, Kabag Hukum, dan Kepala BMKG.
Pj Wali Kota Mukhtar mengatakan, Rakor ini untuk menentukan jadwal siaga bencana ke tanggap darurat apabila terjadi banjir. "Apabila terjadi banjir susulan, kita berikan langsung peringatan tanggap darurat pada hari itu selama tiga hari, tidak perlu kita adakan rapat lagi," ucapnya.
Menurut dia, penanganan banjir harus cepat dan meminta semua instansi yang terlibat terus berkoordinasi dengan BMKG terkait informasi cuaca untuk meminimalisir dampak terhadap warga. "Laporan dari BMKG dapat menjadi dasar bagi kita dalam mengantisipasi bencana serta menambah referensi untuk peringatan situasi darurat untuk kota bima," ujarnya.
Selain membahas langkah tanggap darurat, rapat juga menyoroti penyebab banjir, termasuk sistem drainase yang perlu diperbaiki, serta penanganan daerah rawan genangan air.
Rapat ditutup dengan kesepakatan jika dikemudian hari terjadi banjir susulan, agar segera dikeluarkan peringatan tanggap darurat selama tiga hari tanpa perlu diadakan rapat kembali. (gun/r5)
Editor : Rury Anjas Andita