Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Bumbu Dapur Merangkak Naik di Bima

nur cahaya • Sabtu, 1 Maret 2025 | 12:51 WIB

 

HARGA NAIK: Seorang pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, belum lama ini.
HARGA NAIK: Seorang pedagang cabai melayani pembeli di Pasar Kebon Roek, Kota Mataram, belum lama ini.
 

LombokPost-Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Woha, Kabupaten Bima melonjak. Kenaikan harga ini berlangsung menjelang bulan puasa. "Harganya naik signifikan,” kata Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bima Juraidin, Jumat (28/2).

Harga cabai rawit merah palin menonjol. Sebelumnya, harga cabai rawit Rp 60 ribu menjadi Rp 100 ribu per kilogram. Harga kebutuhan lain yang mengalami kenaikan jelang puasa ini seperti cabai merah besar, dari Rp 50 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram.

Cabai merah keriting dari harga Rp 45 ribu menjadi Rp 68 ribu per kilogram dan bawang putih naik Rp 45 ribu dari sebelumnya Rp 40 ribu per kilogram.

Sementara, telur ayam ras, telur ayam kampung masih normal seperti biasanya. Sedangkan harga bawang merah justru turun, dari Rp30 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilogram.

”Kenaikan harga kebutuhan pokok jelang hari besar seperti ini lumrah terjadi. Biasanya kondisi tersebut hanya berlangsung sementara, tidak lama kemudian harga akan kembali normal,” jelas dia.

Kenaikan sejumlah bumbu dapur tersebut biasanya dipicu karena beberapa faktor. Antara lain, dampak tingginya kebutuhan masyarakat jelang puasa dan kurangnya pasokan dari wilayah Lombok dan Bima.

"Pasokan kurang akibat kurangnya hasil produksi cabai, baik dari wilayah Bima maupun Lombok. Sekarang kan musim hujan, kondisi ini sangat mempengaruhi hasil produksi para petani," kata dia.

Menghadapi kenaikan harga bahan pokok ini, Disperindag Bima terus mengadakan gerakan pangan murah guna menekan stabilitas harga. Sejumlah kecamatan yang telah disisir gerakan pangan murah seperti Kecamatan Ambalawi, Monta dan Palibelo.

Menurut Juraidin, harga barang yang dipasarkan di setiap gerakan pangan murah lebih rendah dari harga pasaran. Karena harga barang telah disubsidi oleh pemerintah daerah. "Contohnya, harga beras premium dari harga pasaran Rp70 ribu,  sementara di gerakan pangan murah Rp60 ribu per 5 kilogram. Setiap barang yang kita bawa laris terjual," pungkas dia. (gun/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#ayam #terjual #Jelang #pokok #Cabai #pemerintah #kenaikan #Bima #Puasa #kebutuhan #bahan #bawang