Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Peluang dan Tantangan Tebu Dompu di Masa Mendatang (2-Habis)

Kimda Farida • Sabtu, 8 Maret 2025 | 09:44 WIB
Prof. Mansur Ma
Prof. Mansur Ma

Dompu tidak hanya dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa memiliki lahan pertanian yang sangat luas.

Tanah Bumi Nggahi Rawi Pahu ini juga diberkahi dengan kesuburannya yang diyakini salah satunya efek dari letusan Gunung Tambora ratusan tahun silam.

--------------------

Kualitas rendemen tebu Dompu yaitu kadar gula yang terkandung dalam batang tebu juga diakui memiliki kualitas unggul.

Berdasarkan data riset, rendemennya dinyatakan terbaik kedua di Indonesia.

Mantan Rektor Universitas Mataram (Unram), Prof. Mansur Ma'shum pun menilai potensi pengembangan tebu di NTB, khususnya Dompu sangat besar dan cocok.

Apalagi pasca Dompu ditetapkan sebagai Kawasan Tebu Nasional dan didukung keberadaan pabrik gula PT Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di sana yang telah beroperasi sejak tahun 2014. 

Potensi luas lahan pertanian yang ada juga menjadi nilai tambah. 

"Tebu sebenarnya sangat potensial menjadi salah satu komoditas unggulan dari Kabupaten Dompu," ujar Prof Mansur.  

Namun, guru besar ahli tanah Bumi Gora ini menekankan pentingnya pemilihan varietas tebu yang sesuai dengan jenis dan kontur tanah di masing-masing wilayah.

Misalnya, di Pulau Lombok yang memiliki jenis tanah kategori C, varietas yang dikembangkan haruslah yang cocok dengan kondisi tersebut. 

Begitu pula di Pulau Sumbawa yang memiliki jenis tanah kategori D, perlu dipilih varietas yang sesuai. 

"Dengan begitu maka hasil yang bisa didapatkan lebih berkualitas," jelasnya. 

Dengan pemilihan varietas yang tepat, diharapkan hasil panen tebu di NTB dapat lebih berkualitas dan memberikan manfaat maksimal bagi petani.

Tujuan akhirnya adalah produksi tebu Dompu bisa mendukung pengembangan industri gula nasional khususnya di wilayah Indonesia timur. 

Prof Mansur menyebut, penetapan Dompu sebagai Kawasan Tebu Nasional menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung pengembangan tebu di NTB.

Menurut ahli pertanahan tersebut, penetapan kawasan kaki Gunung Tambora itu telah memperkuat argumentasi ilmiah bahwa kekayaan mineral di kawasan Gunung Tambora menjadi keunikan sekaligus keunggulan wilayah tersebut sebagai kawasan bercocok tanam tebu. 

Hal ini juga membuka peluang investasi dan pengembangan infrastruktur yang mendukung sektor tebu. 

Di sisi lain, PT SMS memiliki peran penting dalam pengembangan industri gula di NTB, khususnya di Dompu.

Perusahaan ini diharapkan dapat memberikan dukungan kepada petani dalam hal teknologi, pendanaan, dan pemasaran. 

Prof Mansur meyakini, pemilihan varietas yang tepat akan menghasilkan panen yang lebih berkualitas dan produktif. 

"Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan potensi tebu di NTB dapat berkembang pesat dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah dan nasional,” kata dia. 

Terpisah, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTB H Faurani menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan PT SMS dalam mengembangkan potensi tebu di wilayah tersebut. 

”Sinergi dari semua pihak adalah kunci keberhasilan dalam mengoptimalkan potensi tebu dan meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya. 

Kadin NTB menilai pengembangan potensi tebu tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama yang erat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak industri, dalam hal ini pabrik gula satu-satunya di Pulau Sumbawa yaitu PT SMS Dompu. 

Pemerintah daerah diharapkan dapat menciptakan kebijakan yang mendukung pengembangan sektor tebu, termasuk penyediaan infrastruktur yang memadai dan regulasi yang kondusif. 

”Masyarakat, khususnya petani tebu, perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pengembangan, mulai dari penanaman hingga pascapanen, dengan pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan,” imbuhnya. 

PT SMS Dompu sebagai pelaku industri diharapkan dapat menjalin kemitraan yang saling menguntungkan dengan petani, termasuk memberikan harga yang adil dan stabil untuk hasil panen tebu.

Program kemitraan untuk komoditas tebu itu sesungguhnya sudah berlangsung di kawasan Dompu dan hasilnya sangat positif sejauh ini.

Bahkan tidak hanya di wilayah Pekat namun juga merambah ke Labangka di Kabupaten Sumbawa. 

Kolaborasi yang efektif diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tebu, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Dompu dan sekitarnya. 

”Kadin NTB berharap dengan adanya kolaborasi yang solid, potensi tebu di NTB dapat berkembang secara optimal dan memberi manfaat yang maksimal bagi masyarakat khususnya petani,” ujarnya. (*)

 

Editor : Kimda Farida
#Tebu Dompu #NTB