Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bupati Dompu Sebut Harga Gabah Relatif Stabil, Jagung Naik Turun

nur cahaya • Selasa, 18 Maret 2025 | 10:07 WIB

 

TURUN LAPANGAN: Bupati Dompu Bambang Firdaus mengunjungi mesin pengering jagung dan padi milik Bulog di Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, belum lama ini.
TURUN LAPANGAN: Bupati Dompu Bambang Firdaus mengunjungi mesin pengering jagung dan padi milik Bulog di Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, belum lama ini.

LombokPost-Menjelang panen raya, harga padi dan jagung dikhawatirkan anjlok. Namun Bupati Dompu Bambang Firdaus memastikan bahwa harga gabah relatif stabil. Sementara, harga jagung masih naik turun.

Untuk memastikan stabilitas harga, bupati mendatangi Corn Dryer Center (CDC) milik bulog di Desa Kampasi Meci, Kecamatan Manggelewa, belum lama ini. Tujuannya untuk melihat cara kerja mesin CDC, dimulai dari proses penampungan hasil tani, pengeringan sampai siap diangkut dan dijual keluar. Dia juga ingin memastikan Bulog bisa menyerap  hasil panen petani berupa gabah dan jagung dengan maksimal.

Bambang menyampaikan kendala yang hadapi Bulog, yakni daya tampung dan mobilisasi mengangkut hasil tani sangat terbatas. "Kendala lain, uang tunai untuk membeli hasil gabah dan jagung dari petani hanya Rp 100 juta per hari," kata dia, Senin (17/3).

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Jamin Stok BBM Ramadan dan Idul Fitri Cukup

Berdasarkan kondisi saat ini, gudang bulog belum bisa menyerap atau membeli hasil pertanian. Karena tiga silo (tempat penampungan) dengan kapasitas 9.000 ton masih full, dan baru terjual 2.600 ton. Sementara, sisanya 6.400 ton.

“Kendala-kendala inilah yang dimanfaatkan para tengkulak membeli hasil tani dengan harga murah” ungkapnya

Bupati mengungkapkan, harga penjualan gabah relatif stabil, karena Bulog mengandeng mitra dengan harga jual berdasarkan HAP. "Tidak seperti jagung yang cenderung naik turun," ujarnya.

Bambang meminta bulog untuk segera menjual semua isi silo dan melakukan perbaikan/pemeliharaan silo sesegera mungkin sebelum puncak musim panen jagung tiba. Sehingga saat musim panen tiba, CDC bulog sudah siap untuk menampung hasil pertanian.

Baca Juga: Mantan Bupati Loteng Suhaili Jadi Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan

Dia juga berharap masyarakat agar sedikit bersabar. Karena setelah gudang Bulog kosong, hasil pertanian akan diserap. "Hanya bulog yang mampu membeli dengan harga sesuai  HAP Rp 6.500 per Kg untuk gabah dan jagung Rp 5.500 per Kg," sebut Bambang.

“Masyarakat kami minta bersabar saat ini. Kami satgas pangan sedang bekerja, mencari jalan keluar agar hasil tani dari petani bisa terjual dengan harga HAP,” tandasnya. (jlo/r5)

Editor : Jelo Sangaji
#Jagung #harga #Pertanian #Padi #gabah #panen #anjlok