LombokPost-Bupati Dompu Bambang Firdaus terus bergerak mengawasi stabilitas harga jagung menjelang panen raya. Kali ini, dia memonitoring penyerapan dan harga jagung dengan mendatangi langsung gudang penampung.
Bambang bersama anggota DPRD dan dinas terkait melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di tiga gudang jagung di Kecamatan Manggelewa. Dia lebih dulu mendatangi gudang jagung PT Segar Agro Nusantara. Selanjutnya, Gudang Jagung PT Sinar Agro Gemilang, terakhir Gudang Jagung PT Subur Mega Perkasa.
Ketika berada di gudang PT Segar, Bambang menyampaikan sejumlah dugaan kecurangan yang dikeluhkan masyarakat. Terutama mengenai tester kadar air dan rafaksi jagung.
"Ada informasi atau keluhan masyarakat atas akurasi alat tester. Ada semacam keraguan masyarakat saya terhadap akurasi alat bapak," katanya ketika bertemu dengan pihak perusahaan.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Seragam: Menelisik Kekuatan Mental Polisi dalam Tugas Mulia
Untuk menjawab keraguan masyarakat, dia ingin memastikan secara langsung agar informasi dugaan kecurangan ini semakin liar. "Kami atas nama pemerintah, berikan kepastian akurasi. Kami punya alat pembanding, kita bandingkan sama-sama. Supaya tidak ada lagi keraguan masyarakat saya, supaya tidak macam-macam berpikir tentang gudang ini," ujarnya.
Menurut Bambang, banyak sekali keluhan masyarakat terhadap alat tester gudang tersebut. Masyarakat menduga ada permainan harga jagung lewat pengukuran kadar air. "Gudang ini terlalu buruk di mata masyarakat, saya juga gak mau nama baik gudang ini rusak. Ini yang kita jaga, sehingga kita butuh transparansi," ujarnya.
Bambang juga menyoroti rafaksi harga jagung. Menurut dia, petani mengeluhkan rafaksi yang diterapkan pabrik jagung. "Apa yang menjadi landasan kebijakan perusahaan rafaksi tahun ini dengan tahun lalu ada perbedaan. Itu harus dijelaskan kepada kami," ujarnya.
Baca Juga: Lima Tips Memilih Mesin Cuci untuk di Rumah Promo Elektronik Ramadhan 2025 di Blibli
Usai sidak, Bambang menjelaskan, kunjungan tersebut untuk memastikan besaran harga jagung dari masing gudang dan pola pengetesan kadar air jagung yang dijual petani. "Kami ingin memastikan perusahaan dapat menyerap jagung yang dijual para petani dengan harga yang sesuai ketentuan HPP (harga pembelian pemerintah) Rp 5.500 per kilogram untuk dengan kadar air 17 persen," ujarnya.
Dia menambahkan, dalam kunjungan tersebut belum ditemukan ada kecurangan maupun permainan tester maupun rafaksi. "Sejauh hasil sidak tadi (kemarin), tidak ada keanehan dan keganjilan apa-apa," tandasnya. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji