LombokPost-Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin meminta Bulog menyerap jagung petani sesuai harga pembelian pemerintah (HPP).
Hal ini menindaklanjuti instruksi Presiden Prabowo Subianto dan Keputusan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nomor 14 Tahun 2025 tentang harga gabah dan jagung.
Diketahui, HPP gabah kering sebesar Rp 6.500 per kilogram (Kg). Sedangkan HPP jagung pakan Rp 5.500 per Kg.
Baca Juga: DLH Kerahkan 50 Petugas Kebersihan, Antisipasi Sampah Pawai Ogoh-Ogoh dan Takbiran
"Saya minta dinas teknis segera panggil Bulog untuk diskusikan dan memastikan soal ini. Mengingat, puncak panen jagung petani kita pada April-Mei 2025 ini," kata wali kota saat memimpin rapat koordinasi persiapan HUT Kota Bima, Senin (24/3).
Aji Man, sapaan wali kota menegaskan kepada para pengusaha agar menyerap jagung petani dengan menyesuaikan harga sesuai HPP gabah dan jagung.
"Harga beli di tingkat petani harus sesuai HPP," tegasnya.
Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan mengatakan, sudah saatnya pemerintah menangani masalah harga jagung dan gabah secara kongkret dan terukur.
Baca Juga: Pemprov Alokasikan Rp 14 Miliar untuk Perbaikan Infrastruktur Bencana Banjir Bandang Bima
Dia juga meminta dinas teknis saat ini untuk mulai memetakan berapa gudang jagung yang disiapkan bulog untuk menampung hasil jagung petani.
"Antisipasi dari sekarang, awasi betul-betul jika ada pengusaha nakal yang memanfaatkan kadar air jagung, jangan sampai petani dirugikan. Saya minta Satgas pangan Kota Bima perhatikan betul soal ini," tegasnya.
Baca Juga: Masyarakat Makin Sadar Pentingnya Cek Kesehatan, Ada 600 Warga Antre Ikut Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah telah menetapkan target secara nasional yang akan diserap oleh Bulog.
Untuk jagung sebanyak 1 juta ton dan gabah kering sebanyak 3 juta ton.
Langkah ini dalam rangka mewujudkan asta cita pemerintah pusat terkait ketahanan pangan. (gun/r5)
Editor : Kimda Farida