LombokPost-Pemkot Bima akan membangun rumah sakit mewah tahun ini. Anggarannya mencapai Rp 170 miliar.
Mega proyek ini sudah memasuki tahap akhir tender dan tinggal penandatanganan kontrak. Sementara, pemenang pembangunan rumah sakit yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK) ini sudah ditetapkan.
Berdasarkan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bima, tender pembangunan rumah sakit ini diikuti 12 perusahaan. Namun hanya tiga perusahaan yang mengajukan penawaran.
PT Hutama Karya yang beralamat di Jakarta Timur keluar sebagai pemenang. Perusahaan tersebut mengajukan penawaran Rp 130.380.351.000.
Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin mengatakan, pembangunan RSUD yang lebih representatif ini untuk memberikan pelayanan kesehatan yang menyeluruh, termasuk perawatan pasien dan dukungan teknis lainnya. "Masyarakat akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang paripurna. Ini wujud doa, impian dan harapan masyarakat Kota Bima selama ini," kata dia didampingi Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan saat safari Ramadan di Masjid Babul Jannah Lingkungan Bedi, Kelurahan Manggemaci, Senin (24/3).
Dia menjelaskan, RSUD yang dibangun ini berlantai tiga. Total anggarannya Rp 170 miliar. Rinciannya, anggaran Rp 131 miliar untuk pembangunan fisik, Rp 20 miliar untuk alat kesehatan (Alkes) dan sarana-prasarana pendukung lainnya, serta tambahan dana sharing dari DAU 30 miliar untuk pembangunan ruang rawat inap. "Dengan adanya pembangunan RSUD Kota Bima ini, kami optimis ke depan masyarakat Kota Bima tidak lagi berobat lanjut ke luar daerah, cukup di Kota Bima," ujar dia.
Baca Juga: SMAN 6 Mataram Dorong Lebih Banyak Siswa Lolos SNBP
Selama ini, masyarakat yang ingin berobat lanjut dan memerlukan perawatan intensif terpaksa ke luar daerah. Karena alkes di rumah sakit di Kota Bima saat ini belum mumpuni dan memadai. "Tapi dengan adanya pembangunan RSUD Kota Bima yang baru, masyarakat tidak perlu lagi berobat lanjut ke luar daerah," tegasnya. (gun/jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji