LombokPost-Seorang pria berinisial A, warga Desa Mata, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa diinapkan di Rutan Polres Dompu. Dia ketahuan menyelundupkan narkotika jenis sabu menggunakan mobil ambulans desa.
Baca Juga: Lepas Posisi Atlet demi Menjadi Pelukis, Kisah Senin Apriadi Sebagai Pelukis Gumi Selaparang
Penangkapan A berlangsung sekitar pukul 12.00 Wita, akhir pekan lalu. Dia ditangkap saat melintas di jalur lintas antara Desa Mata dan Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, yang menjadi perbatasan Sumbawa dengan Dompu.
Kasatnarkoba Polres Dompu Iptu Rahmadun Siswadi menjelaskan, penyelundupan sabu menggunakan ambulans sebagai modus baru. Pelaku menyalahgunakan fasilitas kemanusiaan untuk aktivitas ilegal.
“Kami awalnya mendapatkan informasi dari masyarakat, kemudian tim melakukan pemantauan dan menghentikan sebuah ambulans milik Desa Tolo Oi yang mencurigakan,” katanya dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Dalam ambulans tersebut, terdapat empat orang, yakni sopir, pasien bernama Doken, istri pasien, serta A, yang merupakan kerabat dari pasien. "Awalnya, pemeriksaan tidak menemukan barang bukti pada tubuh tersangka," ungkap dia.
Namun, setelah diinterogasi lebih lanjut, A mengaku telah menyembunyikan narkotika tersebut di bawah jok ambulans karena panik melihat kehadiran petugas. Petugas akhirnya berhasil menemukan satu klip plastik kecil berisi kristal putih yang diduga sabu seberat 0,06 gram.
Kepada polisi, tersangka A mengaku ikut dalam ambulans untuk mendampingi pasien yang mengalami luka akibat kecelakaan kerja. Namun, di tengah perjalanan, dia meminta sopir mengantar ke beberapa titik, termasuk lokasi pengambilan sabu di wilayah Empang.
"Tindakan ini sebagai penyalahgunaan fasilitas publik yang seharusnya digunakan untuk layanan darurat medis, bukan untuk menyamarkan tindakan kriminal," tegasnya.
Kini, A beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Dompu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Aparat kepolisian juga tengah mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.
Baca Juga: Astra Group Mataram Konsisten Dukung Pencegahan Stunting Melalui Posyandu Binaan
“Kami akan terus mendalami kasus ini untuk mengetahui apakah ini merupakan bagian dari jaringan yang lebih besar,” tegas kasat. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji