LombokPost-Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Amar Nurmansyah mengajak pemuda kreatif membangun dan memperkuat inovasi di desa-desa.
Dia melihat desa-desa di KSB memiliki potensi yang perlu dimunculkan, sehingga ke depannya akan mengungkit ekonomi masing-masing desa. "Tentunya ini akan berpengaruh terhadap ekonomi daerah," kata dia, beberapa hari lalu.
Baca Juga: Dewan Minta Penanganan Banjir di Kawasan Selatan Mataram Masuk dalam Dokumen RPJMD
Amar juga memberikan motivasi kepada seluruh pemuda dan masyarakat agar mampu membangun inovasi di desanya. Karena sudah banyak desa-desa yang tumbuh berkembang dengan ide-ide kreatif dan inovasi para pemuda. "Mereka berpikir untuk bagaimana mengembangkan desa-desanya tersebut melalui kekayaan alam yang ada di desa-desanya," ungkap Amar.
Dia mencontohkan salah satu desa yang pernah didatanginya di Lombok Tengah. Desa tersebut mempertahankan orisinalitas desanya dengan suasana kampung, suasana lahan pertanian dan justru mereka tidak mau mengaspal jalan-jalan desanya. Menurut mereka bahwa orisinalitas ini justru menjadi daya tarik bagi desanya. "Sehingga suasana desa yang ada di kampung tersebut dibangun bungalow dan tidak kurang dari 30 sampai 50 wisatawan per minggunya datang ke desa tersebut untuk menginap hanya untuk ingin menikmati suasana desa dan makan di tengah sawah,” beber bupati.
Dia mengatakan, keberadaan Bendungan Bintang Bano yang sudah dibicarakan terkait pengelolaan untuk pariwisata dan menjadi bagian penataan satu paket antara Bendungan Bintang Bano dengan Desa Rarak Ronges. Desa Lampok pun atau desa-desa di Kecamatan Brang Ene bisa memanfaatkan keberadaan Bendungan Tiu Suntuk, bukan hanya untuk kepentingan pertanian. ”Saya ingin warga yang ada di desa, di Kecamatan Brang Ene ini untuk memikirkan bagaimana memanfaatkan Bendungan Tiu Suntuk agar bisa menjadi aset wisata yang bisa memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.
Amar meminta kepada warga desa di Kecamatan Brang Ene untuk memanfaatkan t potensi-potensi yang ada di desa ini untuk dikembangkan menjadi aset wisata. Nanti pemerintah daerah akan mem backup dari sisi pelatihan, peningkatan kapasitas dan fasilitas.
"Di Kecamatan Brang Ene ini, khususnya di Desa Lampok juga kita kenal adanya usaha rotan, maka ini juga berkorelasi dengan upaya untuk membangun industri yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat," bebernya.
Baca Juga: Astra Motor NTB Luncurkan Program Salting, Special April Ketiban Untung
Misalnya nanti sediakan mesin pengering untuk rotan. Kemudian, rotan yang kadar airnya berkurang dan sudah kering akan lebih mahal harganya. "Bila perlu kita buat sentra industri rotan, kita latih masyarakatnya ini untuk bisa memanfaatkan rotan ini menjadi barang-barang siap pakai. Tentunya ini akan menjadi potensi industri yang ada di desa dan pemerintah daerah akan mendukung semuanya," janji Amar. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji