Rimpu Itu Permata Bima!

nur cahaya • Dipublikasikan Senin, 28 April 2025 | 14:43 WIB

 

PAWAI: Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin bersama istri dan Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan bersama istri berada di barisan depan  pawai Rimpu, Sabtu (26/4).
PAWAI: Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin bersama istri dan Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan bersama istri berada di barisan depan  pawai Rimpu, Sabtu (26/4).

LombokPost-Ribuan warga Kota Bima menyemuti jalanan sepanjang Kota Bima. Mereka kemeriahan Festival Rimpu Mantika 2025 yang mengusung tema “The Jewel of Bima.”

Festival tahunan ini kembali membuktikan kekuatan budaya lokal sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Bima.

Pawai Rimpu dilepas Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin bersama Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan.

Baca Juga: Pengecatan Grade Sirkuit Mandalika Dilakukan Malam Hari  Demi Persiapan GT World Challenge Asia 2025

Ribuan peserta yang terdiri dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, komunitas budaya, instansi pemerintahan, hingga masyarakat umum memakai rimpu kebanggaan mereka. Kain khas Bima yang sarat makna dan simbol kehormatan perempuan Bima.

Rute Pawai Rimpu dimulai dari Paruga Nae hingga Lapangan Serasuba. Para peserta mengenakan warna-warni rimpu yang memikat mata, diiringi musik dan tarian tradisional menghidupkan suasana kota.

Tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, Festival Rimpu Mantika juga menjadi wadah kebersamaan dan bukti cinta masyarakat Bima terhadap warisan leluhur.

Photo
Photo

Dengan semangat “The Jewel of Bima,” festival tahun ini menegaskan bahwa Rimpu bukan sekadar kain, melainkan simbol kekuatan, identitas, dan keindahan perempuan Bima yang patut dijaga dan dibanggakan.

Direktur Fashion Ekraf Kementerian Ekonomi Kreatif Romi Astuti mengapresiasi Festival Rimpu Mantika tahun 2025. Event ini telah menjadi bagian dari Karisma Event Nusantara. "Ini membuktikan bahwa Festival Rimpu Mantika bukan hanya milik daerah, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional," ungkapnya.

Baca Juga: Pemda KLU Hidupkan Kembali Program Jubah, Sasar Rumah Tidak Layak Huni Warga

Astuti menegaskan, Kementerian Ekonomi Kreatif mendukung seluruh langkah Pemkot yang konsisten menyelenggarakan Festival Rimpu Mantika menjadi event tahunan. Event ini tidak hanya mempromosikan pariwisata, namun juga merupakan upaya pelestarian budaya lokal dan pengembangan ekonomi kreatif di daerah.

Menurutnya, ekonomi kreatif adalah sektor masa depan yang tumbuh dari ide, inovasi, keberanian untuk mengekspresikan diri, Rimpu Mantika adalah contohnya. "Di mana seluruh rangkaiannya melibatkan berbagai sub sektor, antara lain fashion, musik, kuliner dan fotografi yang dirangkai secara apik," bebernya.

Festival ini telah menjadi etalase untuk memperlihatkan betapa besarnya potensi daerah dan diberi peluang untuk berkembang. "Festival Rimpu bukan hanya sebagai perayaan budaya, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Event ini memberi ruang untuk promosi dan transaksi langsung kepada pelaku UMKM, seniman, desainer maupun kreator lokal," jelasnya.

Wali Kota Bima HA Rahman H Abidin menyebut bahwa Rimpu tidak sekadar kain tenun yang dililitkan. Rimpu adalah simbol kehormatan perempuan Bima."Saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga wajah kota yang sama-sama kita cintai. Mari sama-sama menjaga lingkungan yang bersih, taman yang hijau, drainase yang terawat serta pasar yang tertib," tutur Wali Kota.

Festival Rimpu juga menjadi bagian langkah konkrit Pemkot Bima dalam mendukung visi pembangunan daerah berbasis budaya dan kearifan lokal. "Kami percaya bahwa budaya Rimpu bukan hanya milik masa lalu, tetapi juga kunci menatap masa depan," ucap Wali Kota. (gun/r5)

Editor : Jelo Sangaji
Sumber : Lombok Post
drainase Rimpu Kota Bima lapangan FESTIVAL tradisional