LombokPost --Bambang Firdaus dan Syirajuddin secara implisit pernah menyatakan komitmen pemerintah yang akan mereka pimpin untuk mengedepankan peningkatan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Dompu di era kepemimpinan mereka, termasuk dengan memajukan sektor hortikultura.
Termasuk dalam keinginan itu adalah mendorong kemajuan komoditas unggulan Dompu yang sudah eksis selama ini yaitu jagung dan tebu.
------------------
Sejumlah narasumber di Dompu menyatakan sangat berharap kepemimpinan duo jagoan masing-masing dari Partai Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan di Kabupaten Dompu akan konsisten dengan janji mereka dalam mengusung slogan kampanyenya yaitu membawa perubahan bagi warga Dompu.
Diketahui, Kabupaten Dompu telah ditetapkan sebagai kawasan tebu nasional oleh Menteri Pertanian (Mentan) dengan luas perkebunan mencapai 2.912 hektare.
Keputusan ini dituangkan dalam Peraturan Menteri Nomor 03 Tahun 2024 tentang Pengembangan Kawasan Pertanian Tebu.
Penetapan Kabupaten Dompu sebagai kawasan tebu nasional oleh Menteri Pertanian pada tahun 2024 lalu seharusnya segera diterima pemkab Dompu.
Sebelumnya, Gubernur NTB terpilih Lalu Muhamad Iqbal memastikan bahwa semua tanaman sektor holtikultura termasuk di dalamnya tebu akan mendapat perhatian khusus yang disesuaikan dengan potensi atau kearifan lokal di wilayah tersebut.
Dihubungi terpisah, anggota DPRD NTB dari dapil Dompu, Akhdiansyah menyambut baik penetapan Dompu sebagai kawasan tebu nasional.
Status yang disandang Dompu sebagai kawasan tebu nasional diyakini akan diikuti dengan digelontorkannya sejumlah program, anggaran dan bantuan dari pemerintah pusat dalam porsi yang lebih besar.
Anggota dewan Komisi III DPRD NTB yang membidangi urusan keuangan dan perbankan serta BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) itu menegaskan akan mengawal implementasi kebijakan ini agar semua pihak bisa lebih serius dan optimal mengembangkan tebu dengan memanfaatkan potensi yang ada.
Politisi PKB ini juga menambahkan kepala daerah sebaiknya tidak mengutamakan salah satu komoditas saja dan menomorduakan komoditas lainnya mengingat semua kekayaan daerah justru harus dioptimalkan dengan saling melengkapi dan bukannya saling meniadakan satu dengan lainnya.
Anggota komisi III ini mengatakan, sudah melakukan kunjungan ke Pekat dan melihat langsung kondisi ribuan hektare lahan tebu.
Anggota DPRD asal Dompu itu menilai potensi lahan tebu yang dikelola petani maupun perusahaan di wilayah tersebut benar-benar besar dan sangat layak dikembangkan karena merupakan potensi yang sudah terbukti memiliki daya dorong perekonomian rakyat dan daerah.
“Saya juga akan berkoordinasi dengan pemda untuk mengoordinasikan peraturan menteri yang terbaru ini agar pengembangan tebu bisa maksimal dan berdampak luas ke masyarakat,” ujar politisi yang akrab disapa Guru To'i ini.
Sebagai putra daerah asal Bumi Nggahi Rawi Pahu, Akhdiansyah juga mendukung tebu ditetapkan sebagai salah satu komoditi unggulan Dompu.
Diantaranya karena instrumen untuk mengembangkan tebu seperti pabrik dan regulasinya sudah ada.
Ia justru tidak menginginkan hengkangnya investor hanya karena tidak mendapat dukungan dan komitmen semua pemangku kepentingan di daerah.
Tebu ke depan diyakini juga bisa menjadi alternatif komoditi pertanian selain jagung.
Bahkan secara pendapatan ia mengetahui bahwa hasil panen tebu lebih baik dibandingkan jagung.
“Sekarang tinggal kemauan politik dari semua orang termasuk pemda, kita akan kawal sesuai dengan tupoksi masing-masing,” katanya.
Berkembangnya tebu diyakini anggota dewan daerah pemilihan Dompu ini akan berimbas besar di daerah.
Tebu akan menjadi penyumbang pendapatan tambahan bagi daerah selain padi.
Kemudian taraf kesejahteraan masyarakat akan meningkat seiring dengan terbukanya lapangan pekerjaan.
Secara lebih spesifik, ia juga berharap bahwa BUMD bisa berkontribusi dalam pengembangan tebu maupun jagung serta peternakan.
Ketua DPRD NTB Hj Bq Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi juga setuju jika Dompu memang layak memprioritaskan tebu sebagai salah satu komoditi unggulan di daerahnya.
Hal yang harus digarisbawahi adalah ketika pengembangan tebu ini akan diseriusi, semua pihak termasuk di dalamnya pemda, pengusaha dan petani juga memerhatikan kelestarian lingkungan.
“Apa yang bisa dilakukan daerah saat ini adalah untuk mendukung Dompu itu betul-betul menjadi Kawasan Tebu Nasional,” ujarnya.
Dompu menurutnya memiliki ekosistem yang sudah terbangun cukup lama untuk pengembangan tebu.
Pemprov dan Pemkab Dompu kini diharapkan bisa secara aktif bersinergi menyukseskan harapan banyak orang terutama rakyat Dompu agar Dompu bisa menjadi sentra gula di masa mendatang. (baiq farida/bersambung)