LombokPost - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Piyek Budyakto berkunjung ke Dompu, Selasa (3/6). Dia didampingi Danrem 162/WB Brigjen TNI Moch Sjasul Arief.
Kehadiran Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piyek Budyakto disambut langsung Bupati Dompu Bambang Firdaus.
Di hadapan Pangdam, bupati memaparkan bahwa Dompu sebagai daerah dengan mata pencaharian penduduk di sektor pertanian, berkontribusi paling besar terhadap PDRB.
Baca Juga: Nasib NTB Si Lumbung Pangan, Impor 15 Ribu Ton Beras dari Myanmar dan Pakistan
"Angka produktivitas pertanian Kabupaten Dompu, khususnya jagung cukup tinggi, bahkan sebagai penyokong kebutuhan nasional," katanya, Selasa (3/6).
Begitu juga peternakan, lanjut Bambang, Pemkab Dompu mengirim sejumlah ternak potong di sejumlah Daerah seperti DKI, Bogor, Lombok dan Sulawesi.
“Dengan sejumlah potensi yang kami miliki, baru-baru ini kami dikunjungi Pemkab Berau Kalimantan Timur untuk belajar bagaimana mengelola Peternakan dan Pertanian,” ujarnya.
Baca Juga: Infrastruktur Jalan dan Bendungan Dukung Provinsi NTB Jadi Lumbung Pangan
Kemudian untuk kerajinan yang merupakan ciri khas daerah, Dompu memiliki tenunan Muna Pa’a yang sudah diakui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sejak tahun 2023 sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
Di sektor pariwisata, Dompu memiliki Taman Nasional Gunung Tambora. Begitu juga untuk para penikmat olahraga surfing, Dompu memiliki pantai yang cocok untuk olahraga ini yakni Lakey.
“Atas semua paparan sederhana yang saya sebutkan, agar kiranya bapak Panglima dan sejumlah tamu yang hadir, bisa menceritakan potensi yang kami miliki agar lebih banyak lagi yang orang berkunjung di Kabupaten Dompu,” harapnya.
Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Piyek Budyakto memuji sumber daya Dompu yang sudah menjadi bagian dari daerah yang menyokong kebutuhan pangan nasional.
Berdasarkan data yang diterimanya, khusus Pulau Sumbawa termasuk Dompu, sambung dia, padi dan jagung Surplus, bahkan sudah di kirim ke luar daerah.
Pangdam mengungkapkan, Pangan saat ini menjadi isu global, banyak negara-negara kekurangan pangan disebabkan konflik, bencana alam dan faktor lainnya.
"Karena pangan ini memiliki peranan yang sangat vital, maka pengelolaannya langsung di tangani langsung oleh Presiden lewat instruksinya,” ungkapnya. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji