LombokPost - Wakil Bupati (Wabup) Sumbawa Mohamad Ansori menyoroti rendahnya serapan anggaran. Padahal, sudah memasuki pertengahan tahun.
Berdasarkan data BKAD Kabupaten Sumbawa per 31 Mei 2025, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru mencapai Rp 49,295 miliar atau 20,90 persen dari target sebesar Rp 235,8 miliar.
Sementara itu, total belanja yang telah direalisasikan seluruh OPD, baik belanja operasi, belanja modal, belanja tak terduga, maupun belanja transfer, baru mencapai Rp 634,6 miliar atau 25,84 persen dari total pagu anggaran Rp 2,455 triliun.
Baca Juga: Australia-Sumbawa Kick Off Program SIAP SIAGA
Wabup Sumbawa Mohamad Ansori menyayangkan realisasi pendapatan dan belanja daerah masih belum optimal.
Dia pun menegaskan pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel serta mengingatkan agar tidak terjadi kebocoran anggaran di lapangan.
“Jangan sampai retribusi sudah dipungut dari masyarakat, tapi uangnya tidak masuk ke kas daerah. Ini tidak boleh terjadi,” tegasnya dalam rapat Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 di ruang rapat Hasan Usman kantor Bupati Sumbawa, kemarin. Rapat ini dihadiri Plh Sekda Sumbawa serta para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Baca Juga: Australia Dukung Program Penanggulangan Bencana di Sumbawa
Ansori menekankan pentingnya inovasi dari seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan PAD. Karena PAD merupakan tolok ukur kemandirian fiskal daerah.
“Saya minta semua OPD bisa lebih inovatif dalam menggali potensi PAD. Kemandirian keuangan daerah harus kita dorong bersama,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa segala bentuk kebocoran anggaran harus segera dihentikan. Karena itu, dia meminta seluruh perangkat daerah bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi integritas agar tidak tergoda untuk melakukan penyelewengan anggaran.
“Yang kemarin bocor-bocor, segera hentikan kebocoran itu. Kita harus bekerja profesional, jangan sampai tergoda oleh hal-hal yang bisa merugikan keuangan daerah,” imbuhnya.
Wabup juga mengingatkan agar seluruh target, baik dalam hal penyerapan anggaran maupun pelaksanaan program belanja daerah.
Ini dilaksanakan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan. “Semua yang kita upayakan ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat Sumbawa.” pungkasnya. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji