LombokPost - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA) turun ke Kota Bima, Jumat (13/6).
Mereka mengevaluasi kelayakan Kota Tepian Air ini sebagai Kota Layak Anak (KLA).
Kedatangan tim Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPA ini disambut Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan.
Baca Juga: KSB Optimis Predikat KLA Meningkat
“Ini merupakan suatu kebanggaan bagi kami. Verifikasi ini menjadi motivasi sekaligus refleksi atas komitmen kami dalam mewujudkan Kota Bima sebagai kota layak anak,” kata Feri.
Evaluasi KLA merupakan bagian dari sistem pembangunan yang menjamin perlindungan khusus anak.
"Setiap anak berhak atas pemenuhan hak-haknya, baik dalam bentuk sarana, prasarana, maupun layanan dasar seperti pengasuhan, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi anak," jelasnya.
Baca Juga: Pemkab Loteng Siapkan Program untuk Raih KLA Paripurna
Feri menegaskan bahwa Pemkot Bima berkomitmen membangun kota yang ramah anak. Sejalan dengan visi misi mewujudkan Kota Bima yang bermartabat dan berkelanjutan.
“Kami terus mendorong upaya fasilitasi di bidang pendidikan, kesehatan, akses air bersih dan sanitasi, serta perlindungan dari segala bentuk kekerasan. Meski tantangan masih ada, kami optimistis Kota Bima mampu naik ke posisi utama dalam perolehan predikat Kota Layak Anak,” ujarnya.
Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi, dunia usaha, dan komunitas lokal, untuk berpartisipasi aktif mendukung terwujudnya Kota Bima sebagai Kota Layak Anak.
Baca Juga: KSB Targetkan Jadi KLA Tahun ini
“Ini bukan hanya sekadar pencapaian, tapi bentuk tanggung jawab kita bersama dalam memberikan lingkungan yang aman, sehat, dan menyenangkan bagi tumbuh kembang anak-anak kita,” tandasnya.
Pemerintah Kota Bima berharap tahun ini dan ke depannya dapat meraih predikat KLA yang lebih tinggi.
Tentu dengan dukungan penuh dari semua pihak, termasuk dari Kemen PPA. (gun/r5)
Editor : Jelo Sangaji