LombokPost - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa Barat tak henti-hentinya mengampanyekan antikorupsi.
Kali ini mereka melibatkan seluruh ketua OSIS SMP se-Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dengan tema menanamkan budaya antikorupsi sejak dini.
Kampanye antikorupsi ini melibatkan 56 orang peserta, terdiri dari ketua OSIS dan guru dari seluruh SMP se-KSB.
“Kita terus menggalakkan kampanye antikorupsi sejak dini. Sebab dengan begitu, anak-anak muda sebagai calon penerus bangsa mengerti, bahwa korupsi itu sangat berbahaya bagi bangsa dan negara,’’ jelas Kajari Sumbawa Barat Hj Titin Herawati Utara melalui siaran persnya, kemarin.
Kampanye yang berlangsung di ruang rapat Kejari Sumbawa Barat ini juga menghasilkan sejumlah kesepakatan bersama.
Di antaranya, penandatanganan komitmen antikorupsi sejak dini oleh para siswa/siswi SMPN se- KSB dan guru, dipimpin langsung Kajari Sumbawa Barat Titin Herawati Utara.
“Ada kesepakatan bersama untuk mencegah dan melawan korupsi yang kita sepakati bersama,’’ paparnya.
Selain itu, peserta juga disuguhkan dengan pemutaran video budaya antikorupsi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Termasuk penyuluhan hukum terkait budaya antikorupsi sejak dini.
Narasumbernya Kasi Intelijen Benny Utama bersama jaksa fungsional lainya.
Materi yang disampaikan tentang bahaya korupsi, perilaku kecil yang menjadi bibit korupsi, berperilaku antikorupsi, dan cara mencegah korupsi sejak dini.
Selain itu, kejaksaan juga membagikan stiker kepada peserta untuk dapat ditempelkan di mading sekolah, bulletin sekolah, atau di tempat lainnya agar mereka selalu ingat tentang bahaya korupsi dan berbudaya antikorupsi, sekaligus mengampanyekan budaya antikorupsi kepada lingkungan sekitar.
“Ada juga sesi tanya jawab. Dari kampanye antikorupsi ini, kita optimis pencegahan dini itu bisa kita lakukan,’’ kata Titin. (far/r1)
Editor : Pujo Nugroho