LombokPost - Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Amar Nurmansyah mendorong produk minyak hasil melala (minyak khusus di bulan Muharram,red) didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Hal tersebut disampaikan Amar saat menghadiri festival pembuatan minyak melala bulan Muharram di Kecamatan Jereweh, kemarin. ‘’Produk Melala ini perlu kita upayakan terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual masyarakat KSB,’’ katanya.
Amar menjelaskan, festival pembuatan minyak atau Melala ini merupakan salah satu tradisi turun temurun masyarakat Samawa. Sebagai tradisi yang positif, diapun mendorong kegiatan ini bukan semata-mata seremonial belaka, tapi harus mampu menghasilkan manfaat lain.
‘’Apresiasi tinggi kepada panitia maupun masyarakat Jereweh yang terlibat dalam festival ini,’’ jelasnya.
Tradisi turun temurun ini diakuinya cukup banyak membantu perekonomian masyarakat. Minyak dari hasil Melala bisa dijual karena memiliki khasiat tertentu. Tak hanya itu, warisan budaya masyarakat Samawa ini ternyata tidak pernah putus.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya anak-anak muda terlibat dalam kegiatan tersebut. ‘’Upaya pelestarian tradisi ini menjadi hal yang sangat penting untuk kita wariskan kepada anak-anak kita,’’ paparnya.
Peserta Festival Melala tak sembarang bisa diikuti. Biasanya, festival ini hanya melibatkan orang-orang dengan pengetahuan tertentu atau dalam bahasa Samawa, Sandro. Misalkan dari pemilihan bahan yang digunakan maupun teknik yang digunakan.
‘’Teknik pembuatan minyak ini menarik, tinggal bagaimana cara kita mengemas (produksi akhir,red),’’ urainya.
Dari produk ini nantinya akan menghasilkan nilai ekonomis tinggi. Apalagi tidak setiap saat minyak ini bisa dibuat. ‘’Kita upayakan bagaimana kegiatan atau minyak yang dihasilkan dari festival ini punya nilai jual lebih,’’ harapnya.
Amar berharap nilai jual lebih dari produk hasil Melala mampu menggerakan aktifitas ekonomi masyarakat. ‘’Khususnya ekonomi masyarakat Kecamatan Jereweh. Karena minyak seperti ini cukup menjadi buruan banyak orang karena khasiatnya banyak,’’ tambahnya.
Festival Melala juga dinilai mampu meningkatkan sektor pariwisata KSB. Jika dipromosikan dengan baik, banyak wisatawan yang penasaran dengan cara pembuatan minyak ini datang melihat dari dekat. ‘’Ini bisa mendukung upaya pembangunan sektor Pariwisata kita,’’ tambahnya.
Festival Melala melibatkan 10 orang Sandro terbaik. Setiap Sandro memperlihatkan dan mempertontonkan kemampuannya dalam membuat minyak. Termasuk ketangguhannya dalam memegang minyak yang masih panas. Itu kenapa, tidak semua orang mampu melakukan cara ini. (r5)
Editor : Jelo Sangaji