Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wamen Fahri Dorong Sumbawa Barat Jadi Contoh Nasional Program 3 Juta Rumah

M Islamuddin • Rabu, 9 Juli 2025 | 10:10 WIB
Wamen PKP Fahri Hamzah saat kunjungan kerja di KSB, kemarin. Kunjungannya kali ini, Fahri diterima Sekda KSB Hairul Jibril bersama jajaran Pemda KSB. 
Wamen PKP Fahri Hamzah saat kunjungan kerja di KSB, kemarin. Kunjungannya kali ini, Fahri diterima Sekda KSB Hairul Jibril bersama jajaran Pemda KSB. 

LombokPost - Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mendorong Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjadi contoh nasional menyelesaikan program renovasi 3 juta rumah secara nasional.

Harapan itu disampaikan politisi Partai Gelora saat berkunjung ke Kabupaten Sumbawa Barat, kemarin. ‘’Kita mendorong KSB berakselarasi dalam program perumahan ini. Di pusat ada program renovasi 3 juta rumah, KSB harus bisa menjadi daerah percontohan,’’ harapnya.

Kunjungan kerja putra asli Samawa ini disambut antusias Pemda KSB. Fahri diterima langsung Sekda KSB Hairul Jibril bersama jajarannya di ruang rapat Graha Fitrah, kantor bupati KSB.

‘’KSB harus siap sebagai pilot projek nasional penataan kawasan permukiman berbasis potensi lokal dan budaya gotong royong,’’ pintanya. 

Program renovasi tiga juta unit rumah yang dicanangkan pemerintah pusat harus disambut dengan kesiapan teknis dan kelembagaan di daerah.

Di KSB, masyarakatnya memiliki semangat wirausaha dan tradisi sosial yang kuat, menjadikan daerah ini unggul dalam kesiapan penyerapan anggaran. ‘’KSB tidak hanya layak menjadi yang terbaik di NTB, tapi juga bisa menjadi contoh nasional,’’ harapnya lagi.

Dia menekankan pentingnya penataan bantaran sungai dan kawasan pesisir sebagai bagian dari strategi kota yang bersih, tertata, dan bernilai ekonomi tinggi. ‘’Penataan lainnya juga harus menjadi catatan penting Pemda KSB,’’ ingatnya. 

Fahri menambahkan, jika rumah layak huni sudah tersedia, masyarakat bisa lebih produktif dan terhubung dengan akses pembiayaan. Poin utamanya, diperlukan ide dan perencanaan matang.

‘’Ketersediaan anggaran bukanlah masalah utama, melainkan kurangnya desain dan konsep yang kuat,’’ katanya. 

Sebab dari sisi anggaran, dia memastikan pemerintah pusat konsisten dengan program tersebut. ‘’Uang ada, tapi kalau kita tidak punya ide, hasilnya tidak akan maksimal,’’ katanya seraya tersenyum. 

Diapun mendorong agar koperasi lokal seperti Koperasi Merah Putih (KMP) dilibatkan sebagai penyedia bahan bangunan, sehingga pemberdayaan masyarakat dapat berjalan seiring dengan pembangunan fisik.

Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan lintas kementerian, KSB diharapkan mampu menjadi model nasional dalam penataan kawasan permukiman yang bersih, tertata, dan berdaya saing.

‘’Sama-sama kita memperkuat sinergi, mempercepat desain kawasan, dan menjadikan KSB sebagai contoh nyata keberhasilan pembangunan berbasis potensi lokal dan kepemimpinan daerah yang visioner,’’ tambahnya. 

Di hadapan Wamen PKP, Sekda KSB Hairul Jibril menyatakan kesiapan Pemda KSB menyelaraskan program pusat, termasuk penataan kawasan permukiman dengan data kemiskinan lokal.

Hairul menegaskan, kawasan Maluk saat ini disiapkan sebagai lokasi prioritas. ‘’Prioritas dengan dukungan data dari Dinas Sosial dan koordinasi lintas sektor,’’ janjinya. 

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perkim Novrizal Zainsyah. Dia menyebut, saat ini penataan drainase primer dalam Kota Taliwang dan rencana pembangunan rumah susun di Kampung Songa juga menjadi bagian dari strategi terpadu, saat ini sudah diusulkan ke kementerian.

‘’Kami berharap kawasan kumuh bisa direlokasi dan ditata menjadi kawasan layak huni,’’ katanya. 

Hal ini diperkuat Kepala Bappeda KSB Suhadi. Dia menegaskan, masyarakat KSB lebih membutuhkan bantuan pembangunan rumah tapak dibandingkan rumah susun, mengingat mayoritas warga telah memiliki lahan.

Menurutnya, ini sejalan dengan strategi Wamen PKP, menekankan pentingnya renovasi rumah tidak layak huni sebagai bentuk subsidi kolateral tahap kedua. ‘’Apa yang kami lakukan sejalan dengan ide Wamen PKP,’’ tambahnya. (r5)

Editor : Jelo Sangaji
#wamen fahri hamzah #Program 3 Juta Rumah #fahri hamzah #sumbawa barat banjir