LombokPost - Tim Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) turun investigasi penyaluran dana BOS di beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Bima.
Dua SLB ditemukan fiktif, namun tiap rutin menerima anggaran ratusan juta.
Ada tiga SLB yang menjadi sasaran investigasi, yakni SLB Bukit Bintang di Kecamatan Ambalawi, SLB Nurul Ilmi di Kecamatan Langgudu, dan SLB Al Hikmah di Desa Mangge, Kecamatan Lambu.
Baca Juga: Kemendikbudristek Temukan Dua SLB Diduga Fiktif di Bima
Informasi yang dihimpun wartawan, dalam Dapodik, SLB Bukti Bintang tercatat memiliki siswa sebanyak 29 orang.
Hasil monitoring jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, tidak ada aktivitas belajar mengajar.
Kepala UPT Dikbud NTB Cabang Bima dan Kota Bima Siti Maryatun membenarkan tim dari Inspektorat Itjen Kemendikbudristek sedang melakukan investigasi di Bima.
"Iya, benar ada tim dari Kementerian. Mereka melakukan investigasi di SLB Al Hikmah dan SLB Nurul Ilmi," kata dia, Kamis (24/7).
Baca Juga: BRIDA NTB Dorong Inovasi Inklusif, SLB NTB Banjir Prestasi Batik
Di Kabupaten Bima, ada tiga SLB yang dilaporkan tidak ada aktivitas kegiatan belajar mengajar, namun tetap rutin dicairkan anggaran Biaya Operasional Sekolah (BOS).
Setiap tahun, SLB menerima pasokan dana sebesar Rp 3,6 juta per siswa.
"Laporan dari pengawas kita yang melakukan monitoring langsung di SLB Bukti Bintang, lokasi sekolahnya sulit dijumpai," jelas Maryatun.
Selain itu, bangunan SLB Bukti Bintang tidak layak lagi untuk menjadi tempat kegiatan belajar mengajar.
"Siswa dilaporkan ada dalam Dapodik dan rutin terima anggaran, tetapi tidak ada aktivitas belajar mengajar," ungkap dia.
Baca Juga: Segera, PGRI NTB Desak Pemprov Isi Kekosongan Kepala SMA, SMK, dan SLB Negeri
Maryatun mengatakan, tim dari Kemendikbudristek telah melakukan investigasi pada SLB Bukti Bintang sekitar Maret 2025 lalu.
Sampai sekarang pihaknya masih menunggu laporan resmi hasil investigasi tim.
"Untuk penyaluran anggaran sudah dihentikan sejak saat itu," ucapnya.
Untuk yang saat ini, lanjutnya lagi, tim melakukan investigasi di SLB Nurul Ilmi Kecamatan Langgudu.
Berdasarkan hasil monitoring pengawas, tidak ada aktivitas kegiatan belajar mengajar di SLB.
"Pagarnya selalu digembok saat tim melakukan monitoring langsung. Dalam Dapodik tercatat ada siswa dan rutin melaporkan kegiatan. Sebenarnya tidak ada siswa dan kegiatan belajar," bebernya.
Berdasar dokumen yang ada, SLB Nurul Ilmi menerima transfer dana BOS tahap I pada Maret 2025 lalu untuk 60 orang siswa.
Di SLB Al Hikmah, Siti Maryatun mengakui tetap ada aktivitas belajar mengajar meski dengan jumlah siswa yang tidak banyak.
"SLB memiliki aturan khusus untuk jumlah siswa. Satu atau dua orang siswa yang ada, sudah bisa dihitung jumlahnya 60 siswa," tuturnya. (man/r5)
Editor : Kimda Farida