LombokPost- Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Hj Hanipah mempromosikan program kartu Sumbawa Barat maju saat rapat koordinasi (Rakor) Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) se-NTB tahun 2025, Kamis (24/7).
Rakor itu dipimpin Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan dihadiri bupati/walikota se NTB.
Angka kemiskinan di KSB selama lima tahun terakhir terus mengalami penurunan.
Baca Juga: Dewan Dukung Program Kartu KSB Maju, Mencakup Tujuh Program Unggulan
‘’Penanggulangan kemiskinan dan stunting di KSB kami punya program Kartu Sumbawa Barat maju. Maju pendidikan, maju kesehatan, maju UMKM, maju pertanian, maju peternakan dan sosial,’’ kata Wabup di hadapan seluruh bupati/walikota yang hadir.
Dari angka 13,34 tahun 2020 menjadi 12,23 tahun 2024.
‘’Memang sempat naik turun, tetapi trend mengarah ke arah yang lebih baik,’’ katanya.
Data kemiskinan ekstrim, lanjut Wabup, berhasil ditekan hingga 3,52 persen dalam lima tahun terakhir.
Demikian halnya dengan angka stunting, di KSB angka ini terus mengalami penurunan.
Baca Juga: Kartu KSB Maju Resmi Dilaunching, Semua Kepala Keluarga Miliki Rekening di Bank NTB Syariah
‘’Stunting KSB berada pada angka 15,80 persen di tahun 2020, turun menjadi 7,37 persen tahun 2024,’’ paparnya.
Jika dikalkulasi, selama lima tahun terakhir stunting di KSB turun sebesar 8,43 persen.
Penurunan ini menjadi bukti jika kerja kolaboratif dalam penurunan angka stunting di KSB berjalan baik.
‘’Penurunan ini terbilang cukup tinggi dibanding daerah lain,’’ katanya.
Hj Nani sapaan akrab Wabup menegaskan, Pemda KSB berkomitmen kembali menurunkan angka kemiskinan dan stunting.
Terutama pada masa pemerintahan bupati dan wakil bupati saat ini.
Baca Juga: Kartu KSB Maju Dilaunching 20 Mei 2025, Manfaatnya Bikin Warga Full Senyum
‘’Untuk mempertahankan kinerja ini, tahun 2025 kami mengalokasikan dana Rp 176 miliar lebih untuk meminimalisir kantong kemiskinan, mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan warga,’’ janjinya.
Sementara untuk stunting telah dianggarkan sebesar Rp 28 miliar lebih.
‘’Ke depan Pemda KSB telah menargetkan penurunan angka kemiskinan menjadi 8,73 persen di tahun 2029, dan angka stunting menjadi 5,41persen di tahun 2029,’’ sebutnya.
Kartu Sumbawa Barat Maju, lanjutnya, menjadi strategi utama pemerintah untuk penanganan kemiskinan.
Sedangkan, program PDPGR sudah dilaksanakan 10 tahun terbukti efektif dalam mencapai keberhasilan penyelenggaraan program kerja Pemerintah Daerah.
‘’Dengan adanya regulasi yang kuat, dukungan PT. AMMAN, kolaborasi untuk menurunkan angka kemiskinan dan stunting di Kabupaten Sumbawa Barat, dapat terlaksana dengan baik,’’ tambahnya. (far/r5)
Editor : Kimda Farida