LombokPost - Bupati Dompu Bambang Firdaus menunjukkan kepemimpinan yang membumi. Demi memastikan pemanfaatan sumber air bersih berjalan optimal, dia rela berjalan kaki sejauh delapan kilometer menuju lokasi mata air KM 12 di Desa Kandidi, Kecamatan Pekat, Kamis (24/7).
Lokasi mata air tersebut berada di kawasan terpencil dan tidak bisa dijangkau kendaraan roda empat. Namun hal itu tidak menyurutkan langkah bupati bersama rombongan untuk meninjau langsung kondisi lapangan.
“Kita harus melihat langsung kondisi di lapangan. Mata air ini adalah sumber kehidupan bagi warga di beberapa desa sekitar. Kalau saya tidak datang sendiri, saya tidak akan tahu kebutuhan dan masalah sebenarnya,” kata bupati, Jumat (25/7).
Dia tidak sendiri berjalan kaki menuju sumber mata air. Dia didampingi Sekda Dompu, Asisten II, Ketua TP-PKK, Kepala Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kominfo, Dinas Perkebunan dan Pertanian, Dinas Perindag, Plt Direktur PDAM, Inspektur Inspektorat, serta sejumlah pejabat lainnya.
Di sepanjang perjalanan, bupati juga berdialog dengan warga dan tokoh masyarakat. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Dompu itu disambut hangat dan diapresiasi sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Selain meninjau mata air, bupati juga meninjau Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang telah dibangun di Desa Kandidi. Dia melihat langsung kondisi instalasi pengolahan dan penampungan air, serta mendengar aspirasi warga terkait operasional sistem tersebut.
Air bersih, kata bupati, adalah hak dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah. "Pengelolaan SPAM harus dilakukan secara transparan dan partisipatif agar manfaatnya bisa dirasakan merata," tegasnya.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dompu Haris Asary menegaskan, proyek SPAM di Kadindi menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur dasar tahun ini.
Pemda Dompu berkomitmen memperluas akses layanan air bersih ke desa-desa lain yang masih kekurangan.
"Hal ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang menempatkan pemerataan layanan dasar sebagai pijakan utama," katanya. (jlo/r5)
Editor : Jelo Sangaji