SELAM mata ano rawi, Samaras petang muharam, Solawat liser Malala, Liser petang caya bulan, Basenda sudik palegir, Panunas tangko kareda.
Itulah sepenggal lawas Samawa saat menyambut bulan suci Muharram 1447 Hijriah menggema di Rumah Aspirasi H Johan Rosihan, S.T di Sumbawa, Provinsi NTB pada tanggal 22-28 Juli lalu.
Anggota DPR RI Dapil NTB 1 Pulau Sumbawa ini menggelar sebuah rangkaian kegiatan religius dan kebudayaan bertajuk “Sholawat Liser Malala”.
Sebuah kegiatan yang menyatukan dua elemen penting identitas masyarakat Sumbawa, yaitu syiar keislaman dan kelestarian tradisi lokal Tau Samawa.
Acara dibuka dengan meriah dan penuh cahaya dari hiasan lampu, lantunan sholawat, serta penampilan perdana beberapa kelompok taklim.
Lebih dari 80 Majelis Taklim (MT) dari berbagai penjuru Kabupaten Sumbawa turut ambil bagian dalam lomba sholawatan yang menjadi puncak dari kegiatan ini.
Selain itu, sebanyak 10 sandro (peramu minyak tradisional) dari berbagai kecamatan unjuk kebolehan dalam adu Kiak Melala, yakni tradisi meramu minyak Liser dari berbagai bahan alami khas Sumbawa seperti kayu hutan, madu, srese batu (lumut batu), dan sarang burung.
Johan Rosihan menyampaikan, acara ini bukan hanya lomba atau seremoni belaka. Sholawat Liser Malala adalah bentuk nyata dari cinta umat Islam kepada Rasulullah SAW dan penghargaan masyarakat terhadap warisan budaya Sumbawa.
“Liser bukan sekadar minyak, tetapi representasi nilai spiritual, penyembuhan, dan kedekatan manusia dengan alam,” ujarnya.
Antusiasme Peserta dan Masyarakat: Rumah Aspirasi Jadi Pusat Silaturahmi dan Ekspresi Budaya
Setiap malam selama satu pekan, Rumah Aspirasi dipadati ratusan pengunjung.
Para peserta tampil mengenakan busana adat khas, menyanyikan sholawat dalam formasi kelompok yang anggun dan serempak.
Majelis taklim dari berbagai desa saling menyemangati satu sama lain, menjadikan panggung Rumah Aspirasi sebagai ruang silaturahmi yang hidup.
Tidak hanya peserta dan penonton, para juri pun menyampaikan kekaguman mereka atas semangat dan kualitas penampilan peserta.
Juri terdiri dari tokoh perempuan, seniman lokal, dan pembina MT yang terlibat aktif dalam proses penilaian lomba secara adil dan profesional.
Di sisi lain, adu Kiak Melala menghadirkan suasana mistik dan sakral. Para sandro mendemonstrasikan cara membuat minyak tradisional Liser sambil membacakan syair-syair dan doa-doa dalam bahasa lokal yang penuh makna spiritual.
Tradisi ini menjadi simbol perlawanan terhadap modernisasi yang melupakan akar budaya.
Simbol Gerakan Budaya Islam Tau Samawa
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Rumah Aspirasi Johan Rosihan, komunitas relawan RPJR, dan jaringan budaya KOJAS (Komunitas Jaga Samawa).
Dengan semangat gotong royong dan keterlibatan lintas elemen masyarakat, Sholawat Liser Malala menjadi simbol gerakan kebudayaan Islam yang membumi dan bermartabat.
Johan bertekad untuk menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari gerakan kebangkitan budaya Islami lokal.
“Rumah Aspirasi bukan hanya tempat menyuarakan aspirasi politik, tetapi juga ruang memperkuat identitas, spiritualitas, dan budaya masyarakat. Dari sinilah kita jaga dan wariskan nilai-nilai kebaikan untuk anak cucu kita,” pungkas Ketua DPP BPW PKS Bali Nusa Tenggara ini.
Penutupan Dihadiri Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa
Saat puncak acara sekaligus penutupan dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Drs. H. Mahmud Abdullah, dan Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasirudin, S.Sos.
Bupati Sumbawa mengapresiasi kegiatan ini, yang dinilai berhasil memadukan nilai spiritual Islam dengan warisan budaya lokal.
“Kegiatan ini harus dijadikan agenda rutin. Ia memperkuat jati diri kita sebagai masyarakat berbudaya dan beriman,” tuturnya.
Dewan juri menetapkan tiga pemenang utama lomba sholawatan sebagai berikut:
- Juara 1: Majelis Taklim El Makkawi, PPN Bukit Indah Seketeng
- Juara 2: Remaja Masjid Al Kautsar, Karang Dima, Labuhan Badas
- Juara 3: Majelis Taklim Al Fatawwi, Desa Poto
Selain piala dan piagam penghargaan, para pemenang juga mendapat hadiah pembinaan dari Rumah Aspirasi dan sponsor pendukung kegiatan. (ewi/ADV)