LombokPost - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Dompu turun Survei Konversi Gabah ke Beras (SKGB) di Desa Matua, Kecamatan Woja, Jumat (29/8).
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya nasional untuk menghitung produksi beras secara akurat.
Survei ini mendapat perhatian khusus karena dimonitoring langsung Kepala BPS NTB Wahyudin.
Pengawasan dari tingkat provinsi ini bertujuan untuk memastikan setiap tahapan survei dijalankan sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.
Sekda Dompu Gatot Gunawan Perantauan Putra menyampaikan pentingnya kolaborasi multisektor ini.
"Data yang akurat dari BPS sangat kami butuhkan untuk merencanakan program pertanian dan ketahanan pangan di Dompu. Partisipasi seluruh dinas terkait dalam survei ini adalah bukti sinergi kami," ujarnya.
Baca Juga: BPS NTB Warning TPID Soal Potensi Lonjakan Inflasi
Tujuan utama dari SKGB adalah mendapatkan data angka konversi pengeringan dari Gabah Kering Panen (GKP) menjadi Gabah Kering Giling (GKG).
Serta angka konversi penggilingan dari GKG menjadi beras.
Data ini sangat vital untuk menghitung produksi beras nasional secara akurat.
Baca Juga: Sumbawa Barat Masuk 15 Kabupaten Terkaya RI 2024 Versi BPS, Sektor Ini Jadi Kunci
Informasi ini menjadi rujukan utama bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pangan, mendukung upaya swasembada, dan memastikan ketersediaan pasokan pangan yang stabil bagi masyarakat.
"Dengan data yang akurat, pemerintah dapat mengambil keputusan tepat untuk menjaga ketahanan pangan nasional," sebut dia. (gun/r5)
Editor : Pujo Nugroho