LombokPost - Bencana alam kembali melanda wilayah NTB. Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Sumbawa Barat, pada Rabu dini hari (10/9) sekitar pukul 02.00 WITA.
Situasi ini menyebabkan banjir di Kecamatan Sekongkang dan tanah longsor di Kecamatan Maluk. Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi menyampaikan laporan awal terkait kejadian ini.
"Banjir melanda Desa Sekongkang Atas di Kecamatan Sekongkang, sementara longsor terjadi di Desa Matun, Kecamatan Maluk," jelasnya, Rabu (10/9).
Di Desa Sekongkang Atas, sebanyak 150 kepala keluarga atau sekitar 450 jiwa terdampak banjir. Sejumlah rumah warga tergenang air. Tidak hanya itu, beberapa fasilitas umum seperti saluran air, jalan, lapangan voli, dan lapangan sepak bola turut mengalami kerusakan akibat genangan air.
Sementara itu, bencana tanah longsor di Desa Matun, Kecamatan Maluk, merobohkan satu unit rumah warga. Sebanyak satu keluarga yang terdiri dari 4 jiwa terdampak langsung dalam peristiwa tersebut.
Menanggapi kejadian ini, tim dari BPBD Provinsi NTB dan BPBD Kabupaten Sumbawa Barat langsung bergerak cepat melakukan pelaporan, penyebaran informasi, dan assessment di lokasi terdampak.
Aparatur desa, TNI/Polri, serta TRC-PB turut terlibat dalam penanganan awal bencana. "Kami juga telah mengimbau warga terkait potensi bencana yang bisa terjadi di masa peralihan musim ini, supaya berhati-hati dan terus memantau situasi dan perkembangan informasi resmi," jelasnya.
Saat ini, hujan di wilayah terdampak sudah mulai mereda. Volume air sungai yang mengalir di Desa Sekongkang Atas pun menurun, dan genangan air di rumah-rumah serta di lapangan bola sudah mulai surut.
Meski begitu, pemantauan terus dilakukan oleh Babinsa Desa Sekongkang Atas untuk mengantisipasi potensi bencana susulan. "Kami juga di sini terus saling koordinasi," pungkasnya.
Editor : Siti Aeny Maryam