ABDUL FARUK—SUMBAWA BARAT
Dari seluruh fasilitas yang ada hingga proses pengoperasian pabrik, Vice President Corporate Communications AMMAN Kartika Octaviana memastikan semuanya berjalan aman dan efisien.
Smelter AMMAN telah mengadopsi sistem otomatisasi canggih dengan kontrol digital penuh. Teknologi ini menjaga kestabilan produksi, efisiensi energi, serta memungkinkan pemantauan kondisi peralatan secara real time. Termasuk pengawasan emisi, kualitas produk, dan penerapan sistem DCS interlock pada tungku utama.
Menurut Vina, sapaan Kartik Octaviana, suhu dan tekanan di ruang peleburan diawasi ketat setiap saat.
Setiap penyimpangan sekecil apa pun akan memicu tindakan pengamanan otomatis. Penerapan sistem ini meningkatkan keselamatan kerja sekaligus meminimalisir risiko kesalahan manusia.
“Keunggulan lainnya, data operasional yang terkumpul dapat digunakan untuk analisis. Pengambilan keputusan pun bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.
Soal kebutuhan daya listrik, Vina—mantan presenter berita Metro TV ini—menjelaskan bahwa power supply smelter AMMAN sepenuhnya mengandalkan pasokan dari pembangkit listrik yang dibangun dan dikelola mandiri. Energi gas buang hasil proses peleburan dimanfaatkan kembali menjadi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).
“Kombinasi kedua sumber ini memastikan kebutuhan listrik besar dapat terpenuhi secara andal dan efisien,” papar perempuan kelahiran 14 Oktober 1988 itu.
Pemanfaatan energi gas buang tak hanya mendukung keberlanjutan operasional, tetapi juga mengurangi emisi serta meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan.
“Dengan sistem ini, smelter mampu menjaga kontinuitas produksi sekaligus mengoptimalkan penggunaan sumber daya energi,” sebutnya.
Operasional Nonstop, Didukung Sistem Prediktif dan Tenaga Profesional
Diakui Vina, karena beroperasi tanpa henti, kendala teknis bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Untuk itu, sejak awal perusahaan telah menerapkan strategi keberlanjutan melalui program pemeliharaan preventif dan prediktif rutin.
Langkah ini menjaga kondisi peralatan tetap optimal dengan bantuan sistem monitoring real time dan otomatisasi yang mampu mendeteksi dini gangguan atau penurunan performa.
“Tim teknis kami terlatih dan tersertifikasi. Mereka selalu siap siaga melakukan perbaikan cepat jika terjadi masalah,” katanya.
Perusahaan juga menerapkan manajemen risiko dan SOP ketat guna meminimalkan potensi kegagalan operasional. Termasuk penyediaan suku cadang dan dukungan teknis dari vendor agar proses perbaikan berjalan lancar tanpa penundaan berarti.
Raih Penghargaan Tertinggi ASEAN Mineral Award 2025
Teknologi operasional pertambangan AMMAN kini diakui dunia internasional. Tak hanya di sektor hulu seperti peleburan batuan tambang di lubang Pit Batu Hijau, tetapi juga di sektor hilir melalui fasilitas Smelter.
Baru-baru ini, AMMAN meraih penghargaan tertinggi ASEAN Mineral Award (AMA) 2025 kategori Best Practices in Processing. Penghargaan tersebut diserahkan dalam pertemuan tingkat menteri sektor mineral ASEAN di Vientiane, Laos, pada 2 Oktober lalu.
“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas komitmen AMMAN menerapkan praktik operasi yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Kartika.
AMA diselenggarakan dua tahun sekali oleh Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan menjadi barometer utama praktik pengelolaan sumber daya mineral terbaik di Asia Tenggara. Penghargaan ini menegaskan dedikasi AMMAN dalam menghadirkan praktik pertambangan berkelas dunia.
“Ini bukti nyata integrasi inovasi dan keberlanjutan di setiap aspek operasi kami,” tambah Kartika.
Komitmen Lingkungan dan Pemberdayaan Sosial
AMMAN percaya bahwa praktik tambang unggul bukan hanya kunci keberhasilan bisnis, tetapi juga wujud tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. Melalui inovasi digitalisasi, AMMAN mencatat peningkatan pemulihan mineral (recovery rate) hingga 5,6 persen di atas rata-rata historis perusahaan. Peningkatan ini dicapai lewat penerapan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), modifikasi peralatan, serta optimalisasi proses penggilingan, penggerusan, dan pengapungan.
“Komitmen lingkungan juga tercermin dari pengelolaan tailing tanpa bahan kimia berbahaya, pemanfaatan PLTS berkapasitas 26,8 MW untuk menekan emisi CO₂, dan peningkatan efisiensi air hingga 40 persen sejak 2016,” jelasnya.
Kegiatan penambangan di Batu Hijau menciptakan lubang tambang terbuka, namun AMMAN memastikan proses reklamasi berjalan beriringan. Hingga 2024, perusahaan telah mereklamasi 799,53 hektare lahan dengan penanaman 1,8 juta pohon dari 99 varian bibit, sebagian besar tanaman asli Sumbawa.
Dari sisi sosial, berbagai program pemberdayaan masyarakat berhasil menurunkan angka stunting hingga 30 persen di wilayah sekitar operasional. AMMAN juga menghidupkan kembali tradisi tenun, memberdayakan perempuan lokal, melatih instruktur selancar baru, serta mendorong pariwisata berkelanjutan di Sumbawa Barat.
“Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus berinovasi, menjaga keberlanjutan lingkungan, dan menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia,” tutup Kartika. (*)
Editor : Marthadi