Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kartu Sumbawa Barat Maju Kesehatan Jadi Contoh bagi Kadikes se-Indonesia, Pemda KSB Bangun Komunikasi Lintas Sektor

Lombok Post Online • Senin, 1 Desember 2025 | 10:45 WIB

 

Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah saat menerima penghargaan sebagai kepala daerah yang berhasil menanggulangi AIDS, TBC dan Malaria Awards dari Adinkes. Penghargaan diserahkan Wamendagri Bima Arya.
Bupati Sumbawa Barat Amar Nurmansyah saat menerima penghargaan sebagai kepala daerah yang berhasil menanggulangi AIDS, TBC dan Malaria Awards dari Adinkes. Penghargaan diserahkan Wamendagri Bima Arya.
 

LombokPost - Kartu Sumbawa Barat Maju bidang kesehatan Pemda KSB menjadi contoh praktek baik bagi kepala dinas kesehatan (kadikes) seluruh Indonesia.

Program unggulan yang baru berjalan lima bulan ini sekaligus mengantarkan Bupati KSB Amar Nurmansyah sebagai pembicara pada pertemuan nasional monitoring dan evaluasi program RSSH GF AIDS, Tubercolosis, Malaria (ATM) di Hotel Lorin Dwangsa Solo.

Pertemuan nasional ini mengusung tema penguatan perencanaan dan pembiayaan daerah menuju ending AIDS, tubercolosis dan malaria. Bupati yang akrab disapa Haji Amar itu memaparkan strategi kolaboratif daerah tentang pembelajaran dari penanggulangan AIDS,TBC, dan malaria yang dilaksanakan pemerintah saat ini. Salah satu bupati termuda di NTB ini menjelaskan tentang kolaborasi yang dibangun untuk menanggulangi AIDS, Tubercolosis, Malaria (ATM) di Kabupaten Sumbawa Barat.

‘’Untuk menangani itu semua, kami membangun kolaborasi dengan stakeholder lain, seperti Baznas, PT AMMAN. Tidak kalah pentingnya kolaborasi lintas sektoral Pemda KSB sendiri,’’ jelasnya.

Pembelajaran dari Sumbawa Barat, Haji Amar mengaku kasus ATM paling banyak ditemukan di daerah lingkar tambang. Hal ini dikarenakan adanya perpindahan penduduk (migrasi, red) yang sangat cepat. Di mana mereka yang bekerja di lingkar tambang adalah para pendatang. ‘’Kami berkolaborasi dengan dengan PT AMMAN Mineral. Bagaimana menekan munculnya kasus ATM di wilayah sekitar operasional tambang,’’ katanya.

Kendati demikian, khusus penggulangan ATM mendapat kendala tersendiri. Hal yang paling sulit selama ini dalam menanggulangi tiga kasus itu adalah kultur masyarakat setempat. Masih ada keengganan dilakukan tracing. ‘’Ada ketakutan bagi mereka ketika menjadi sasaran. Karena takut adanya sanksi sosial, khususnya AIDS dan Tubercolosis,’’ akunya.

Mengatasi kendala itu, Haji Amar mengaku pemerintah melakukan dua inovasi. Pertama, melibatkan agen pemberdayaan Agen Gotong Royong (AGR) dengan pendekatan basis layanan posyandu. Di Sumbawa Barat, ada sekitar 700 AGR yang disebar di seluruh wilayah KSB. Kehadiran mereka diatur melalui Peraturan Daerah (Perda) Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR).

‘’Tugas AGR membantu menyukseskan program bupati. Termasuk penanganan penanggulangan AIDS, TBC dan Malaria,’’ paparnya.

AGR Pemda ini katanya, berasal dari masyarakat setempat. Dengan begitu, pola pendekatan yang dilakukan oleh AGR mengedepankan kekeluargaan dan tentunya tidak mempengaruhi status sosial para penderita itu sendiri. Inovasi kedua melalui Program Kartu Sumbawa Barat Maju Layanan Kesehatan. Di mana didalamnya terdapat program Tim Reaksi Cepat (TRC) ambulans. ‘’Tim ini berisi tenaga kesehatan di masing-masing Puskesmas. Mereka bergerak cepat ketika ada warga yang membutuhkan layanan kesehatan,’’ katanya lagi.

Cara kerjanya, tim TRC ini melakukan pendampingan secara langsung ke rumah (Home Care, red) bagi masyarakat yang membutuhkan. Tim ini bekerja memastikan setiap keluhan yang dialami oleh warga dipastikan dapat tertangani dengan baik. ‘’Berkaitan dengan penyakit ATM, tim kesehatan melakukan tracing kepada warga, melakukan testing sebagai langkah awal untuk melakukan intervensi atau penanganan yang tepat terhadap calon pasien,’’ sebutnya.

Dalam sesi tanya jawab, audiens tertarik dengan mekanisme yang dilakukan oleh Pemda KSB. Terutama menggerakkan 700 AGR, termasuk sumber pendanaan untuk menggerakkan program tersebut hingga regulasi. Menariknya, pada pertemuan nasional ini, beberapa kabupaten siap meniru praktek baik yang diterapkan oleh Pemda KSB. Bahkan mereka berencana akan melakukan kunjungan (studi banding) ke KSB. ‘’Paling penting adalah komitmen kita semua untuk keberlanjutan,’’ urainya.

Haji Amar menegaskan, pelaksanaan program seperti ini diakuinya membutuhkan regulasi. Regulasi yang tepat akan menjadi bagian dari upaya mempertahankan komitmen untuk menanggulangi ATM. Selain itu, dalam penanganan kasus, data akurat menjadi sangat penting. ‘’Alhamdulillah KSB data terintegrasi yang menjadi dasar dilaksanakannya program Kartu Sumbawa Barat Maju, satu Kartu dengan berbagai macam layanan yang berbasis elektronik,’’ paparnya.

Selain regulasi, pola pendekatan yang dibangun pemerintah adalah persuasif. Pola ini sangat efektif, sebab jika menggunakan pendekatan resmi pemerintah itu terlihat kaku bahkan akan menimbulkan kecemasan.

‘’Kalau menggunakan pendekatan baku, masyarakat malah banyak yang tidak jujur. Tidak kalah penting, harus ada data terintegrasi melalui DTSEN itu nantinya akan menjadi wilayah intervensi bersama,’’ tambahnya.

Selain itu, Haji Amar juga menerima penghargaan Penanggulangan AIDS, TBC dan Malaria Awards dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES). Penghargan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiharto. Penghargaan tersebut diberikan kepada KSB karena dianggap berhasil dan memiliki komitmen tinggi dalam program penanggulangan penyakit ATM. (far/r3)

Editor : Marthadi
#KSB #Amman #pemerintah #maju #malaria