Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bupati KSB Launching Sembilan Desa/Kelurahan Bersalawat

Lombok Post Online • Selasa, 2 Desember 2025 | 08:27 WIB

 

LAUNCHING: Bupati KSB Amar Nurmansyah dan Ketua PCNU KSB HW Musyafirin saat launching desa/kelurahan bershalawat, beberapa hari lalu.
LAUNCHING: Bupati KSB Amar Nurmansyah dan Ketua PCNU KSB HW Musyafirin saat launching desa/kelurahan bershalawat, beberapa hari lalu.

LombokPost - Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menandai babak baru penguatan karakter masyarakat melalui peluncuran sembilan desa/kelurahan sebagai Desa Bersalawat. 

Deklarasi itu menjadi sorotan utama dalam rangkaian penutupan Lomba Sumbawa Barat Bersalawat ke-III, sekaligus melahirkan gerakan berbasis komunitas yang digadang-gadang menjadi model pembangunan sosial-spiritual daerah.

Bupati KSB Amar Nurmansyah menegaskan, salawat harus bertransformasi dari panggung seremonial menjadi energi kolektif yang dirasakan hingga ke akar desa.

Baca Juga: Kartu Sumbawa Barat Maju Kesehatan Jadi Contoh bagi Kadikes se-Indonesia, Pemda KSB Bangun Komunikasi Lintas Sektor

Karena itu, penetapan sembilan Desa Bersalawat dimaksudkan sebagai titik intervensi langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar membentuk majelis, tetapi menumbuhkan budaya religi yang berkelanjutan.

“Sembilan desa ini adalah pemantik. Kami ingin ia menjadi gerakan daerah, sebagaimana suksesnya intervensi program Tuntas Buta Aksara yang sebelumnya kita jalankan,” tegasnya.

Sembilan desa dan kelurahan yang dideklarasikan sebagai wilayah percontohan di bawah payung gerakan Desa Salawat menjadi laboratorium sosial terbaru Pemkab KSB.

Baca Juga: Gubernur NTB Puji Pembangunan di Sumbawa Barat, Puncak Harlah KSB Ke-22 Berlangsung Meriah dan KSB Tunjukkan Banyak Kemajuan

Di setiap desa, majelis salawat diharapkan tidak hanya dilantunkan, tetapi menjadi ruang pergerakan kebaikan lain seperti pembinaan akhlak, penguatan silaturahmi, pemberdayaan komunitas, dan kampanye kerukunan umat.

Ketua PCNU KSB HW Musyafirin menegaskan pentingnya keberlanjutan gerakan. Menurutnya, Desa Salawat mesti dipahami lebih dari sekadar majelis religi.

“Ini harus jadi rumah kebaikan sosial di desa. Salawatnya boleh jadi nadanya, tapi gerakannya harus lebih luas, hidup, dan produktif,” ujarnya.

Baca Juga: KSB Dinilai Layak Jadi Role Model: Gubernur NTB Apresiasi Inovasi Kartu ‘KSB Maju dan Luar Biasa’

Peluncuran Desa Bersalawat itu turut disaksikan Wakil Bupati Hj Hanipah, Sekda Hairul, Dandim Letkol Inf Rendra Agit Trisnawan, bersama jajaran pimpinan OPD Pemkab.

Editor : Akbar Sirinawa
#KSB #Pembangunan #buta aksara #Sumbawa #program