LombokPost - Bupati Sumbawa Syarafuddin Jarot bersama Wakil Bupati Mohamad Ansori membuka Rapat Koordinasi Infrastruktur dan Kewilayahan Kabupaten Sumbawa 2025, Selasa (2/12).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran perdana program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan bertema “Sinkronisasi dan Akselerasi Pembangunan Infrastruktur dan Kewilayahan yang Berkelanjutan” itu berlangsung di aula H Madilaoe ADT lantai III kantor bupati. Hadir pula tokoh nasional asal NTB, Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah.
Baca Juga: Gubernur Iqbal Bela Kadis PUPR NTB, Pastikan Perbaikan Jalan di Sumbawa Tetap Menjadi Perhatian
Bupati Jarot menyinggung luas wilayah Sumbawa sebagai ironi pembangunan. Sebagai kabupaten terluas di NTB, beban infrastrukturnya pun paling melebar. Kondisi jalan menjadi sorotan paling tajam.
“Wilayah kita sangat luas, tapi kondisi infrastruktur, terutama jalan, masih menghadapi tantangan besar. Banyak ruas berlumpur, menyulitkan mobilitas warga. Harus sinkron, biar terasa di masyarakat,” tegas Jarot.
Dia juga menyoroti jaringan air bersih yang menua. Sebagian pipa PDAM Sumbawa telah melewati usia tiga dekade dan mendesak dilakukan penggantian.
“Kita perlu ganti pipa lama, sebagian sudah lebih 30 tahun. Ini kebutuhan mendesak masyarakat. Pelayanan air bersih harus naik kelas,” ujarnya.
Isu lingkungan dan mitigasi bencana ikut dibawa ke podium. Bupati mendorong peran Satgas Hutan Kabupaten Sumbawa untuk menjaga kawasan hijau, mencegah penebangan liar, dan memperkuat penghijauan.
“Jaga hutan, cegah ilegal logging, tanam pohon terus. Menghijaukan Sumbawa adalah tabungan masa depan,” katanya, meminjam istilah “investasi generasi”.
Baca Juga: Komitmen FPRB Sumbawa untuk Memperkuat Sistem Ketangguhan Bencana
Menurut Jarot, program LLTT sebagai lompatan besar dalam tata kelola sanitasi. Layanan ini memastikan sedot dan pengolahan lumpur tinja dilakukan aman, terjadwal, dan terkelola.
“LLTT ini bukan cuma soal septic tank. Ini layanan kesehatan publik. Sanitasi aman, harapannya stunting turun, kesehatan naik, dan berdampak pada kualitas SDM,” papar Jarot.
Launching LLTT juga ditautkan langsung dengan agenda penurunan stunting dan peningkatan kesehatan ibu-anak, salah satu sasaran prioritas pembangunan daerah.
Keselarasan Pusat–Daerah
Wakil Menteri Fahri Hamzah menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung percepatan sanitasi dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sumbawa. Ia menekankan agar rencana daerah nyambung dengan peta prioritas pusat.
“Yang penting selaras. Kalau selaras, intervensi bisa cepat. Sanitasi, perumahan, kawasan permukiman dan infrastruktur dasar akan jadi perhatian kita bersama,” ucap Fahri.
Kepala Bappeda Sumbawa Dedi Heriwibowo membeber realitas anggaran yang kian dinamis. Kebutuhan pembangunan infrastruktur meningkat, sementara ruang fiskal mengalami penyesuaian. Dari konsolidasi awal, 60 usulan pembangunan disiapkan untuk dibahas lintas lembaga. Total ada 17 instansi yang dilibatkan, baik dari pusat maupun daerah.
“Ini momentum konsolidasi. Ada 60 usulan yang kita sinkronkan dengan kementerian dan lembaga strategis. LLTT juga kita launch hari ini sebagai wujud konkret sanitasi aman bagi masyarakat Sumbawa,” kata Dedi. (jlo/r5)
Editor : Siti Aeny Maryam